Senin, Juni 1, 2026
spot_img
BerandaInternasionalRibuan Gempa Guncang Jepang, Warga Pulau Akuseki Dievakuasi

Ribuan Gempa Guncang Jepang, Warga Pulau Akuseki Dievakuasi

Energi Juang News, Jakarta– Aktivitas seismik tinggi kembali terjadi di Jepang, dengan wilayah selatan negara tersebut menjadi pusat guncangan. Dalam dua pekan terakhir, tepatnya sejak 21 Juni 2025, lebih dari 1.000 gempa bumi tercatat mengguncang kawasan Pulau Akuseki, bagian dari gugusan Pulau Tokara, yang terletak di selatan Prefektur Kagoshima, wilayah Kyushu.

Gempa terbaru yang terjadi pada Kamis (3/7/2025) tercatat memiliki kekuatan magnitudo 5,5. Otoritas setempat pun mengimbau seluruh warga untuk segera melakukan evakuasi demi menghindari risiko lanjutan akibat intensitas gempa yang tinggi. Sebanyak 89 penduduk yang berada di pulau tersebut diminta menuju area aman, yakni taman bermain sekolah lokal.

“Warga diminta untuk mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi dan aman,” ujar seorang pejabat kota kepada AFP. Meskipun demikian, hingga saat ini tidak ada laporan mengenai kerusakan besar atau korban jiwa akibat guncangan tersebut.

Kepala Divisi Pengamatan Gempa dan Tsunami dari Badan Meteorologi Jepang (JMA), Ayataka Ebita, menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Masyarakat harus tetap waspada. Risiko runtuhnya bangunan dan longsor bisa meningkat di wilayah yang sering terguncang.

“Potensi gempa dengan kekuatan serupa masih mungkin terjadi dalam waktu dekat,” tambah Ebita.

Sebagai catatan, kondisi serupa dengan intensitas seismik tinggi di wilayah Tokara pernah tercatat sebelumnya, yakni pada September 2023, ketika 346 gempa melanda kawasan yang sama. Jepang memang dikenal sebagai salah satu negara dengan aktivitas tektonik paling tinggi di dunia. Terletak di atas pertemuan empat lempeng besar, wilayah ini kerap mengalami sekitar 1.500 gempa dalam setahun, menyumbang sekitar 18 persen dari seluruh gempa bumi global.

Tragedi besar pun pernah terjadi di masa lalu. Pada tahun 2011, gempa berkekuatan 9,0 magnitudo memicu tsunami dahsyat yang menyebabkan lebih dari 18.500 korban jiwa serta menghancurkan reaktor nuklir Fukushima.

Baca juga :  Paus Leo XIV Kecam Sistem Yang Abaikan Rakyat Miskin

Sementara itu, kekhawatiran terhadap potensi gempa besar kembali mencuat. Panel pemerintah Jepang pada Januari lalu meningkatkan proyeksi kemungkinan terjadinya megathrust earthquake di Palung Nankai dalam 30 tahun ke depan, dengan potensi mencapai 75–82 persen. Laporan terbaru Maret 2025 menyebutkan dampak bencana tersebut bisa menelan 298.000 korban jiwa. Kerugian material diperkirakan mencapai 2 triliun dolar AS.

Prediksi gempa besar pada 5 Juli 2025 viral di media sosial. Hal itu memicu kepanikan di kalangan wisatawan asing. Kekhawatiran ini sebagian dipicu oleh komik manga yang dirilis ulang pada 2021 dan menyebutkan tanggal tersebut sebagai hari bencana besar.

Namun pihak JMA menegaskan bahwa hal itu tidak berdasar secara ilmiah. “Kami mengetahui isu-isu tersebut, namun itu hanyalah rumor. Dengan teknologi saat ini, tidak ada metode pasti untuk memprediksi waktu terjadinya gempa,” tegas Ebita.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments