Oleh Hiski Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)
China semakin menunjukkan ‘taringnya’ dalam pengembangan sistem kecerdasan buatan (AI). Seakan tak mau kalah dengan rivalnya, Amerika Serikat (AS), Baidu mengumumkan gebrakan baru dalam pengembangan AI.
Perusahaan China yang kerap disebut sebagai ‘Google ala China’ tersebut membuka akses secara bertahap terhadap model bahasa besar (LLM) miliknya, ERNIE.
Dengan adanya model ERNIE X1 ini, dominasi China tampak semakin kokoh dalam bidang AI, menyusul popularitas DeepSeek yang menghebohkan dunia Barat. Melalui gebrakan ini juga, China juga secara tegas menantang dominasi AS di sektor AI.
Langkah Baidu menyediakan layanan terbuka, seakan memukul para penyedia tertutup seperti OpenAI dan Anthropic.
Ernie yang open source berpotensi semakin menggoyang AS dalam konstelasi bisnis AI global.
Selain itu, Baidu baru saja memperbarui mesin pencariannya dengan teknologi AI.
Salah satu yang sudah diluncurkan adalah generator video berbasis AI. Dengan generator tersebut, Baidu memiliki model image-to-video yang bernama MuseSteamer.
Segenap inovasi Baidu itu, sejatinya tak bisa kita lihat hanya dalam perspektif bisnis. Dari aspek geopolitik dan geoekonomi, gebrakan Baidu itu merepresentasikan perlawanan China terhadap dominasi AS di kancah global.
Saat ini, kedua negara sedang terlibat ‘perang dingin’ dalam sektor perdagangan. Itu pun bisa ditafsirkan sebagai perlawanan kekuatan alternatif terhadap kemapanan, atau upaya kekuatan mapan menghalau perlawanan alternatif.
Demikian juga terkait upaya Baidu dalam sektor AI dunia.
Sedikit menoleh ke belakang, dulu Bung Karno menggolongkan China sebagai bagian dari Nefo (New Emerging Forces) atau kekuatan baru yang sedang berkembang serta berusaha bebas dari neo-kolonialisme dan imperialisme.
Lawan dari Nefo, adalah Oldefo atau The Old Esthablished Forces, yang merepresentasikan negeri-negeri imperialis dan kekuatan lama. AS, adalah dedengkot kubu ini.
Kini, China sebagai representasi Nefo mampu menggoyahkan AS selaku kampiun Oldefo dalam berbagai bidang.
Redaksi Energi Juang News



