Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaPenampakan Macan Putih yang Menakutkan di Air Terjun Blawan

Penampakan Macan Putih yang Menakutkan di Air Terjun Blawan

Energi Juang News, Jakarta– Suara derasnya Air Terjun Blawan di Bondowoso terdengar seperti gumaman makhluk gaib yang tak ingin diganggu. Di balik tirai air dan rimbunnya pepohonan, masyarakat percaya bahwa tempat ini bukan sekadar keindahan alam semata.

Konon, di sinilah Damar Wulan bertapa, dan dari situ, muncul makhluk penjaga: seekor macan putih yang hanya tampak pada waktu-waktu tertentu.

Riko, seorang pendaki asal Surabaya, memutuskan untuk bermalam di dekat air terjun demi menyelesaikan skripsi antropologinya tentang mitos-mitos Jawa Timur.

Sebelum pendakian Riko tidak mengindahkan peringatan dari Pak Karno, warga lokal berusia 68 tahun. “Kalau malam Jumat Kliwon, jangan dekati air terjun, Nak,” kata Pak Karno saat mereka berbincang di warung kopi kecil. “Kenapa, Pak? Saya dengar soal macan putih itu… Tapi kan itu cuma cerita rakyat,” jawab Riko sambil tersenyum ragu.

Pak Karno menghela napas panjang, memandangi hutan lebat di kejauhan. “Itu bukan cerita, Le. Sudah banyak yang melihat sendiri pengunjung yang menjadi korban. Ada yang kembali dengan penuh luka cakaran, ada pula yang tak pernah kembali lagi.”

Nekat Riko tetap menempuh perjalanan ke lokasi air terjun. Malam itu, kabut turun lebih cepat dari biasanya. Riko mendirikan tenda tidak jauh dari air terjun, hanya ditemani suara jangkrik dan gemuruh air.

Di tengah malam, ia terbangun oleh suara geraman yang berat seperti harimau namun terasa dekat sekali. Penasaran asal suara ia mulai mengambil senter dan berkeliling di lokasi yang mulai berkabut.

Samar-samar, dari balik kabut, sepasang mata berkilat menatapnya tajam. Berwujud sosok tinggi besar dan bersinar putih membuat jantung Riko berdegup kencang.

Baca juga :  Buku Ritual Kebangkitan Sang Hantu Kecil

Ia menyorotkan senter ke arah suara, namun hanya menemukan jejak kaki besar menyerupai kucing raksasa, yang mengarah ke batu besar di sisi air terjun.

Pengalaman mistis pertama ia mencoba mengabaikannya, mengira itu halusinasi karena kelelahan, iapun melanjutkan tidur.

Pagi harinya, Riko menemui Bu Tarmi, juru kunci adat Air Terjun Blawan. Saat menceritakan pengalamannya, wajah wanita tua itu langsung pucat. “Kamu sudah dilihat. Kalau dia muncul, artinya ada yang tidak berkenan. Kau harus melakukan ritual permintaan maaf sebelum malam ini,” katanya sambil menaburkan bunga di sebuah kendi tanah liat.

Meski skeptis, Riko mengikuti prosesi ritual malam itu. Ia duduk bersila di bawah pohon besar dekat air terjun, menyalakan dupa dan membaca doa yang diajarkan Bu Tarmi.

Angin mendadak berhenti, dan dalam keheningan itu, terdengar raungan panjang yang menggema di seluruh lembah. Dari balik pepohonan, sesosok macan putih raksasa muncul perlahan. Tubuhnya bersinar lembut, namun matanya merah menyala.

Ia mengitari Riko, seolah menilai niatnya. Tak lama kemudian, makhluk itu menghilang secepat ia datang, dan menyisakan aroma kemenyan yang mistis dan jejak kaki besar membekas di tanah basah.

Keesokan harinya, Riko pamit pada Pak Karno. “Saya percaya sekarang, Pak. Tapi kenapa makhluk itu tidak menyerang saya?” Pak Karno menepuk pundaknya sambil tersenyum tipis. “Karena kamu datang dengan niat belajar, bukan menantang.

Tapi tidak semua pendatang seberuntung kamu.” Sejak saat itu, Riko rutin menulis tentang legenda-legenda lokal dengan rasa hormat.

Namun hingga kini, setiap kali suara air Blawan terdengar lebih keras dari biasanya, warga tahu… sang penunggu sedang berkeliling, memastikan tak ada yang berani meremehkan peninggalan Damar Wulan.

Baca juga :  Ketindihan Pocong di Kos Baru Dekat Kampus Solo

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments