Energi Juang News, Jakarta – Penampilan kura-kura impor yang unik, seperti kura-kura aligator snapping turtle (AST), kini menjadi daya tarik tersendiri di Lamongan. Salah satunya dimiliki oleh Mamak Sumarsidik, seorang kolektor reptil asal Dusun Blangit, Desa Karanglangit, Kecamatan Lamongan.
Di kediaman Mamak, terlihat sejumlah akuarium dan tempat pemeliharaan berbagai jenis kura-kura dari luar negeri seperti AST, hilari, mata-mata, cherry head, hermani, stinkpod, dan razorback. Selain koleksi impor, Mamak juga memelihara kura-kura lokal seperti Ambon, byoku, dan piput. Kecintaannya pada kura-kura dimulai sejak tahun 2001, dan kini koleksinya telah mencapai sekitar 20 jenis.
AST merupakan kura-kura air tawar asal Amerika Utara yang memiliki bentuk tubuh unik dan menyerupai hewan purba. Ciri khasnya adalah cangkang yang berduri, rahang kuat, serta gigitan yang sangat sulit dilepaskan. Menariknya, kura-kura ini memiliki organ khusus dalam mulut berbentuk seperti cacing yang digunakan untuk memancing mangsa, seperti ikan.
Meskipun penampilannya garang, AST relatif mudah dirawat. Pakan berupa ikan lele atau kepala ayam diberikan sekitar lima hari sekali. Menurut Mamak, penggantian air cukup dilakukan saat terlihat kotor, dan penjemuran hanya perlu dilakukan sebentar ketika kura-kura masih kecil. Ketika ukurannya besar, AST cukup dijemur selama 15 menit saja.
Selain AST, Mamak juga memiliki kura-kura stinkpod yang berukuran sangat kecil, hanya sekitar 11–15 cm, yang dikenal sebagai salah satu kura-kura terkecil di dunia. Perawatannya pun sederhana, hanya perlu dijemur seminggu sekali selama 15 menit dengan sedikit air, dan diberi makan pelet, jangkrik, atau ulat hongkong.
Untuk kura-kura darat seperti cherry head, sulcata, dan hermani, Mamak menekankan pentingnya asupan makanan berupa buah dan sayur, kecuali kangkung dan bayam yang bisa menimbulkan masalah kesehatan. Kendala yang sering dialami dalam merawat kura-kura darat adalah penyakit pilek dan batu kapur (ABS), yang bisa dicegah dengan menjaga suhu ideal dan memberikan makanan yang tepat seperti pepaya.
Redaksi Energi Juang News



