Energi Juang News, Jakarta- Sebuah pesawat Boeing 757 milik Condor Airlines harus melakukan pendaratan darurat di Italia setelah salah satu mesinnya terbakar saat mengudara. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Pesawat dengan nomor penerbangan DE3665 membawa 281 orang, termasuk penumpang dan awak. Mesin kanan mengalami masalah hanya beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Ioannis Kapodistrias, Corfu, Yunani, pada Sabtu malam (16/8).
Sebagian penumpang melihat api keluar dari sayap kanan. Semburan tersebut memicu kepanikan. Tiba-tiba, listrik padam selama beberapa detik, dan kami menyadari pesawat tidak naik lagi,” ungkap seorang penumpang kepada media Jerman, Bild.
“Itu pengalaman menakutkan. Saya bahkan sempat mengirim pesan perpisahan karena merasa semuanya sudah berakhir,” tambah penumpang lain yang tak ingin disebutkan namanya.
Rekaman video yang beredar di TikTok menunjukkan kobaran api berwarna oranye di bagian sayap pesawat. Awak kabin menyadari gangguan turbin pada ketinggian 36.000 kaki. Pilot kemudian mematikan mesin yang bermasalah demi keselamatan penerbangan.
Menurut data FlightRadar24, pesawat mengubah rute ke Brindisi, Italia bagian selatan, setelah terbang sekitar 40 menit. Pesawat itu berhasil mendarat darurat sekitar pukul 20.15 waktu setempat.
Condor Airlines memastikan semua penumpang selamat. Sebanyak 273 penumpang serta delapan awak diinapkan di hotel atau menunggu di terminal bandara. Mereka kemudian dipindahkan ke penerbangan pengganti menuju Jerman keesokan harinya.
Juru bicara maskapai menjelaskan penyebab kebakaran mesin diduga akibat reaksi kimia dalam ruang pembakaran. “Gangguan pasokan udara menyebabkan parameter mesin keluar dari kondisi normal,” jelasnya.
“Keselamatan penumpang dan kru adalah prioritas utama kami. Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan ini,” tegas pihak Condor Airlines.
Redaksi Energi Juang News



