Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaSiluman Buaya di Wonosobo: Pelet dan Arwah yang Menyeramkan

Siluman Buaya di Wonosobo: Pelet dan Arwah yang Menyeramkan

Energi Juang News, Wonosobo– Pada suatu malam gelap di pegunungan Wonosobo, desa terpencil di kaki Gunung Sindoro berbisik tentang sosok mengerikan yang membuat orang takut berjalan sendirian di tepi sungai. Aroma lembap dan suara air yang gemercik seolah menyiarkan kehadirannya. Seorang warga bernama Pak Joyo bercerita bahwa jelang tengah malam ia mendengar suara geraman rendah dari lokasi bekas bak mandi Bu Vita yang telah lama ditinggalkan. Dedaunan berguguran tersapu angin, bayangan besar bergerak dengan cepat, namun ketika lampu digerakkan ke arah suara itu, ia hanya melihat riak air dan kabut tipis menyelimuti permukaan sungai.

Kisah Bu Vita mulai mencuat ketika dukun desa menyodorkan segelas air putih yang katanya telah diisi mantra. Setelah meminumnya, Bu Vita merasa tubuhnya lemas dan pikiran kacau, tetapi ia tidak menolak ketika dukun itu mengajaknya berjalan ke balik lebatnya hutan. Tak ada yang menduga bahwa sang dukun yang selalu berwajah ramah itu sebenarnya adalah jelmaan buaya siluman yang telah menunggu momen tepat untuk mengambil ruh perempuan yang terjerat sihir pelet. Malam di Wonosobo itu berubah menjadi mimpi buruk yang terasa nyata.

Sarmi, pembantu rumah tangga Bu Vita, menyebut bahwa sejak hari itu sering melihat guratan sisik halus di lengan dan wajah Bu Vita di pagi hari. “Bu Vita tampak seperti tubuhnya punya sisik, Pak,” ujarnya kepada tetangga, matanya menatap ke lantai kayu dengan gemetar. Suara ayam jantan berkokok tak mampu mengusir dingin yang merayap di dalam kamar, seolah makhluk lain berada di sudut gelap, memperhatikan setiap helaan nafas Bu Vita ketika ia tidur.

Warga sekitar, seperti Suminah, menggigil saat menceritakan penglihatan paling menakutkan. “Saya ngeri melihatnya,” katanya sambil menggigit bibir, “suatu malam saya lewat di samping kolam kecil di belakang rumahnya. Saya lihat Bu Vita merayap di atas tanah, tubuhnya sebagian berenang di air keruh, ikan-ikan melompat menjauh.” Suaranya bergetar menakuti dirinya sendiri, sisa-sisa cahaya bulan jatuh di sisik yang terang, berkilau seperti sisik buaya. Rasanya sulit dibedakan mana manusia, mana binatang.

Baca juga :  Bayang Raksasa di Oranje Nassau Pengaron

Menurut warga, perubahan tubuh itu bukan hanya simbolik. Saat penganut pesugihan berkumpul, terdengar suara gemeretak dari rahang Bu Vita seperti gigi rudal, rahangnya menganga seolah siap menerkam. Dia tidak bisa berbicara seperti biasanya; suaranya serak, penuh desahan. Anak-anak di sekitar rumahnya terkadang menangis mendengarnya, “Bu Vita jadi lain, Kak,” kata seorang anak sambil menutup telinga, takut bayangan besar muncul di pintu.

Di suatu detik pagi yang suram, arwah atau sosok halus yang mengikuti Bu Vita muncul tepat setelah ia mandi di sungai. Kabut tebal menyelimuti permukaan air, dan bayangan hitam merangkak ke permukaan, lengan panjang bersisik keluar dari dalam air, menarik helai rambut Bu Vita. Ia menjerit, tetapi suaranya tenggelam oleh gemericik air dan lolongan anjing yang terkejut. Warga yang mendengar jeritan itu berhamburan keluar rumah, senter mereka menyorot ke sungai, tetapi hanya melihat permukaan yang beriak dan sebuah sosok yang menghilang begitu saja.

Beberapa orang mencoba berkomunikasi dengan Bu Vita setelah kejadian itu. “Bu Vita, apakah ini benar?” tanya Pak Karim, seorang tetangga tua, dengan suara bergetar. Ia menyulut api unggun kecil di halaman, berharap panasnya api mengusir hawa dingin yang aneh itu. Tapi Bu Vita hanya menatap kosong, bibirnya bergetar, tak mampu menjawab. Matanya merah, sisiknya tampak jelas di bawah cahaya lentera.

Ketika malam makin larut, bau amis seperti darah dan lumpur menyebar ke lorong-lorong desa. Anak-anak tak berani keluar rumah, pintu semua dikunci rapat. Sarmi mengaku bahwa saat hendak mengambil air dari sumur, ia melihat bayangan besar dengan kepala buaya yang terbuka mulutnya, rahang menganga, mata menyala seperti bara api. Hening yang berat membuat detak jantungnya berdetak sangat cepat, keringat dingin membasahi kulitnya.

Baca juga :  Misteri Lampor: Legenda Horor dari Pesisir Selatan Jawa Timur

Desa itu penuh bisik dan keraguan. Beberapa warga menyarankan untuk memanggil tokoh agama, pengusir makhluk gaib agar arwah buaya siluman itu pergi. Namun Bu Vita tetap tersenyum getir, menolak bantuan sembari sesekali berdiri di dalam air sendirian di malam buta. Sisik di punggungnya seolah menyatu dengan kulitnya, tubuhnya melengkung seperti buaya yang siap melompat. Wajahnya separuh berubah, setengah manusia, setengah monster.

Paginya, ketika fajar menyingsing, Bu Vita ditemukan lemas di tepi sungai, basah kuyup dan tubuhnya bersisik tebal seperti sisik buaya dewasa. Wajahnya pucat, mulut menganga seperti hendak mengatakan sesuatu, tetapi tak ada suara yang keluar. Warga menahan napas menyaksikan perubahan itu, hati terasa dingin. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi desas-desus tentang buaya siluman pelet Wonosobo terus menebar, membuat setiap malam desa itu terasa lebih panjang dan menyeramkan dari sebelumnya.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments