Energi Juang News, Jakarta– PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), emiten pengelola restoran cepat saji KFC Indonesia, mengumumkan penjualan 35% saham anak usahanya, PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI), kepada perusahaan afiliasi milik keluarga pengusaha tambang Haji Isam.
Aksi korporasi ini dilakukan melalui PT Shankara Fortuna Nusantara, perusahaan yang sahamnya sebagian besar dimiliki Liana Saputri, putri Haji Isam. Liana tercatat memiliki 45% saham Shankara, dan kini perusahaan tersebut resmi menguasai sebagian kepemilikan Jagonya Ayam.
“Pembelian saham dilakukan oleh PT Shankara, yang pemilik manfaatnya adalah putri dari Bapak Haji Isam. PT tersebut membeli hingga 35% saham PT Jagonya Ayam Indonesia,” ungkap Direktur Fast Food, Wahyudi Martono, dalam Public Expose virtual, Kamis (10/2/2025).
Jagonya Ayam sendiri merupakan anak usaha KFC yang sedang membangun integrasi peternakan ayam di Banyuwangi. Targetnya, unit usaha ini bisa beroperasi penuh pada akhir 2026.
Wahyudi menegaskan, setelah penjualan saham ini, perseroan tidak memiliki rencana aksi korporasi serupa maupun akuisisi baru. Hal ini konsisten dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebelumnya.
“Seperti yang telah dinyatakan dalam RUPS Tahunan, kami tidak berencana menjual saham induk PT Fast ataupun anak perusahaan lainnya,” jelasnya.
Berdasarkan keterbukaan informasi, transaksi saham efektif pada 30 Juni 2025. Saat itu, JAI melepas 15% saham baru Seri A atau sekitar 41.877 lembar ke Shankara dengan nilai Rp 54,44 miliar. Secara keseluruhan, kepemilikan Shankara kini mencapai 35%.
Meski begitu, KFC masih menjadi pengendali utama JAI dengan kepemilikan saham mayoritas 55%. Manajemen menyebut langkah ini sebagai bagian strategi pendanaan untuk mendukung pembangunan, pengembangan jaringan usaha, serta percepatan proyek strategis.
“Dengan struktur kepemilikan baru, fleksibilitas dan efisiensi operasional JAI diharapkan meningkat, tetap sejalan dengan visi strategis FAST sebagai pengendali,” tulis manajemen dalam laporan ke BEI, Kamis (3/7/2025).
Transaksi ini dinilai akan memperkuat posisi keuangan JAI di tengah pembangunan infrastruktur peternakan ayam. Namun, publik kini menyoroti semakin besarnya peran kelompok usaha Haji Isam dalam sektor pangan setelah sebelumnya dikenal dominan di industri tambang.
Redaksi Energi Juang News



