Rabu, Juni 3, 2026
spot_img
BerandaDaerahSiswi SMA Cilacap Ciptakan Ompreng Pintar Deteksi Makanan Basi Cegah Keracunan

Siswi SMA Cilacap Ciptakan Ompreng Pintar Deteksi Makanan Basi Cegah Keracunan

Energi Juang News, Cilacap – Di tengah meningkatnya kasus keracunan makanan yang menimpa pelajar di berbagai daerah, dua siswi kreatif dari SMA Negeri 2 Cilacap, Jawa Tengah, berhasil menghadirkan inovasi yang berpotensi menyelamatkan banyak orang. Mereka adalah Alya Meisya Nazwa dan Felda Triana Wati, yang menciptakan “Ompreng Pendeteksi Makanan Basi”, sebuah kotak makan cerdas yang mampu mengetahui apakah makanan masih layak konsumsi atau sudah berbahaya.

Berangkat dari keprihatinan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beberapa kali dikaitkan dengan insiden keracunan massal, Alya dan Felda merancang wadah bekal futuristik yang tidak sekadar menyimpan makanan. Ompreng ini berbentuk seperti kotak makan biasa, namun dilengkapi teknologi sensor khusus di bagian tutupnya.

Cara kerjanya cukup mudah. Pengguna hanya perlu memasukkan makanan ke dalam kotak, menutupnya, dan menunggu selama 3 hingga 5 menit. Sensor yang tertanam di Ompreng akan mendeteksi gas yang dihasilkan makanan basi, kemudian memberikan sinyal melalui indikator digital. Menariknya, alat ini juga terhubung dengan aplikasi Android berbasis Blynk IoT melalui koneksi WiFi, sehingga status kelayakan makanan bisa dipantau langsung melalui ponsel.

Ompreng menggunakan dua jenis sensor: MQ135 untuk mendeteksi bahan pangan hewani dan MQ3 untuk memeriksa pangan nabati. Kombinasi sensor ini membantu mengidentifikasi lebih cepat apakah makanan aman dikonsumsi atau berpotensi menyebabkan keracunan.

Alya menjelaskan, ide ini muncul karena keresahan melihat banyak pelajar yang menjadi korban keracunan makanan. “Kami ingin membantu mencegah kejadian serupa, terutama makanan dari program MBG yang dibagikan di sekolah,” ujarnya saat ditemui di sekolah.

Inovasi ini pun berhasil mengantarkan Alya dan Felda meraih juara II dalam kompetisi Astra Honda Motor Best Student (AHMBS) Regional Jateng-DIY 2025. Ke depan, mereka berencana mengembangkan Ompreng agar mampu mendeteksi bakteri berbahaya seperti E. coli dan Salmonella, sehingga perlindungan kesehatan masyarakat dapat meningkat.

Baca juga :  Acara Pernikahan Anaknya Makan Korban, Dedi Mulyadi Bertanggung Jawab

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments