Sabtu, Mei 30, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaAntu Banyu Sosok Misterius Penunggu Sungai Musi

Antu Banyu Sosok Misterius Penunggu Sungai Musi

Energi Juang News, Palembang– Di tepi aliran sunyi Sungai Musi, suatu legenda terus bergaung di kalangan warga pesisir Sumatera Selatan sebagai sosok yang dikenal sebagai Antu Banyu. Seperti yang dialami warga setempat. Saat sore menjelang senja, ketika angin dingin mulai menyusup di antara rimbunnya pepohonan dan gemericik air sungai mulai mereda, beberapa warga sering menatap ke permukaan air dengan rasa tak tenang. “Waktu saya naik perahu, air di bawah terasa dingin sekali, sedangkan di permukaannya hangat,” ungkap seorang nelayan dengan suara bergetar, mengingat pengalaman yang sulit dijelaskan. Legenda ini, meski sulit dibuktikan secara ilmiah, sudah mengakar kuat dalam budaya masyarakat setempat. Sehingga banyak masyarakat terikat dalam nuansa ketakutan bila malam menjelang.

Warga kampung tepi sungai punya cara khas memperingatkan anak-anak mereka untuk berhati-hati. “Ati-ati maen di sungai, gek diambek Antu Banyu!” begitu bisik ibu kepada anaknya yang hampir turun ke air pada sore hari. Karena seperti cerita warga pendahulunya mengisyaratkan untuk waspada. Cerita yang mengatakan bahwa makhluk ini dipercaya menghuni muara dan tepian sungai, muncul saat air pasang atau malam hari tiba, dengan wujud yang tak sepenuhnya manusia. Fokusnya bukan sekadar menakut-nakuti, melainkan juga memperingatkan agar manusia tak gegabah pada kekuatan alam dan air yang tenang namun licik.

Dalam pengalaman nyata dari salah seorang pawang lokal, ketika perahu melintas di lokasi yang diyakini sarang Antu Banyu, “permukaan air tiba-tiba seperti kaca, lalu pusaran kecil muncul di bawah,” katanya sambil menunjuk ke titik air yang agak keruh. Tubuh korban yang ditemukan sering memiliki lubang di bagian ubun-ubun dan punggung—detail yang membuat bulu kuduk merinding. Warga percaya bahwa kapal yang dibawah oleh makhluk ini akan tenggelam, dan arwahnya kemudian berpindah ke air untuk menuntut tumbal.

Baca juga :  Legenda Jurig Jarian: Hantu Penunggu Sampah Di Garut

Pada suatu malam, sekelompok pemuda dari luar memutuskan melakukan “uji nyali” di pinggir sungai. Angin malam menyelinap lembut, tepian terlihat gelap pekat, dan lampu perahu hanya memperlihatkan pantulan pohon-berpohon yang bergetar di air. Tiba-tiba Rian salah satu pemuda berbisik, “Dengar… ada suara aliran air di bawah perahu,” katanya sambil memegang dayung dengan tangan gemetar. Seketika raut peserta uji nyali berubah drastis. Waktu itu suasana sekitar berubah. Air yang semula tenang tiba-tiba membiru samar dan daun-daun bergoyang padahal tak ada angin terasa. Gusti sebagai pemimpin kelompok berkata, “Kita pulang saja… lebih baik besok pagi,” namun langkah mereka terasa tertahan oleh takut yang sulit diungkapkan. Sepanjang jalan mereka terus dihantui kecemasan, apabila tiba tiba muncul sosok Antu Banyu yang mereka pernah dengar.

Benar saja, hari berikutnya cerita tersebar bahwa di lokasi yang sama, perahu kecil milik penduduk ditemukan terbalik dan saat ditemukan tanpa awak. Warga setempat yang datang ke lokasi mengatakan, “Airnya tenang, tapi bagian bawahnya berputar-putar,” demikian pengamatan salah satu nelayan tua. Berhari hari dalam pencarian namun tubuh awak perahu tak ditemukan; keheningan sungai menambah kesan bahwa ada sesuatu yang tak kasat mata memang sedang menunggu. Sejak malam itu, banyak anak-anak dan remaja dilarang bermain mandi di sungai menjelang magrib.

Meski kisahnya kental dengan unsur mistis, legenda Antu Banyu ternyata juga memuat pesan moral. Dalam artikel sebuah jurnal, disebut bahwa keberadaan makhluk ini dalam mitos masyarakat Melayu Palembang bukan hanya sebagai teror, tetapi sebagai peringatan ekologi dan sosial agar manusia berhati-hati dengan sungai dan alam sekitar. Sungai yang tenang tak selalu aman, dan memahami batas antara manusia serta alam pun penting.

Baca juga :  Misteri Tumbal Sungai Ciliwung di Bawah Jembatan Sempur

Pada suatu sore di Muara Dua, bu Wirda seorang ibu paruh baya sedang mencuci di pinggir sungai ketika tiba-tiba air di dekat kakinya naik setengah meter dalam hitungan detik. “Saya merasa seperti ditarik ke bawah,” ujarnya sambil mengetuk meja kayu di teras rumah. Dengan tergopoh-gopoh ia menarik diri keluar sambil sekujur tubuh gemetar. Sejak kejadian itu, ia rutin menabur bunga melati di tepian sungai sebagai tanda penghormatan dan permohonan keselamatan. Dia berkata kepada tetangga, “Semoga Antu Banyu biar damai saja, jangan ganggu kami.”

Banyak peneliti budaya mencatat bahwa cerita tentang Antu Banyu menunjukkan bagaimana masyarakat mempersonifikasikan risiko alam menjadi bentuk makhluk gaib agar anak-anak maupun warga lebih waspada. Dalam arti itu, legenda ini bukan sekadar horor, melainkan cerminan cara tradisional menghadapi dan menghormati kekuatan air, sungai, dan kehidupan sehari-hari. Hingga kini, meski banyak orang skeptis, sekitar delapan puluh persen responden di wilayah pesisir menyatakan mereka percaya bahwa sosok itu ada dan berpengaruh.

Bagi pendatang yang belum memahami tradisi lokal, malam di tepi Sungai Musi bisa terasa sunyi dan gamang. Lampu-lampu kampung memantul di air, bayangan pepohonan menari pelan, dan suara serangga mendominasi. Ketika suara dayung atau riak perahu terdengar dari jauh, suasana seakan menahan napas. Dalam keheningan itulah kadang terdengar suara lirih seorang warga yang berkata, “Hati-hati… jangan bicara terlalu keras di tepi sungai, kita tidak tahu siapa yang mendengar.”

Akhirnya, sosok Antu Banyu tetap menjadi misteri yang hidup dalam bisikan warga Sumatera Selatan. Meskipun belum ada bukti konkrit selain kesaksian lisan dan pengalaman lokal, kepercayaan ini menambah lapisan mistis dalam identitas budaya Sungai Musi dan Muara Dua. Jika masyarakat masa kini terus menyampaikan cerita ini dari generasi ke generasi, maka ia akan tetap hidup bukan hanya sebagai hantu penunggu sungai, melainkan sebagai pengingat bahwa alam tidak bisa dijinakkan begitu saja.

Baca juga :  Sereem!! Ketika Mbah Wo Lupa Menyumpal Telinga Reog

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments