Energi Juang News, Jakarta-Ketua Umum Aliansi Budaya Rakyat,Minaria Christyn, menegaskan kebudayaan harus bisa menjadi kekuatan nasional, disamping ekonomi dan politik.
Dengan begitu, kebudayaan bisa menjelma sebagai soft power, atau kekuatan bagi Indonesia untuk mempengaruhi dunia.
Demikian dinyatakan Minaria dalam Podcast Gerak Aktivis Mahasiswa di channel YouTube Energi Juang News, baru-baru ini.
Mari kita berkaca dari Korea, mari kita berkaca dari China, mari kita berkaca dari Jepang, lalu belakangan Vietnam. Mereka sudah membangun industri kebudayaan, karena mereka berpandangan kebudayaan bisa menjadi soft power,” ujar Minaria.
Minaria mencontohkan, digunakannya bendera dari cerita manga asal Jepang, One Piece sebagai simbol gerakan sosial di berbagai negara adalah contoh kesuksesan kebudayaan sebagai soft power.
Alumni Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) itu pun mengungkapkan bukti betapa nusantara pernah menjadikan kebudayaan sebagai soft power. Dulu, di nusantara pernah berdiri kerajaan bernama Sriwijaya yang bertahan selama 400 tahun.
Sriwijaya, lanjut Minaria, memiliki strategi soft power bernama Politik Mandala, yang mampu memberikan pengaruh pada negeri-negeri lain seperti India dan China.
Situs Muaro Jambi peninggalan Sriwijaya mengungkapkan bahwa kita punya universitas 400 tahun lebih tua dari Oxford,” ungkap Minaria.
“Dulu ada pendeta Tiongkok bernama I Tsing, belajar di Sriwijaya, menerjemahkan berbagai naskah lalu kembali ke Tiongkok, bahkan pendeta dari seluruh dunia belajar ke Sriwijaya pada masa itu,” pungkasnya.
Redaksi Energi Juang News



