Energi Juang News, Jakarta— Suasana pagi di Meulaboh, Aceh Barat, mendadak berubah panik. Sekitar pukul 04.00 WIB, Minggu (2/11/2025), gempa berkekuatan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah pesisir barat Aceh. Getarannya terasa jelas hingga beberapa daerah sekitar.
Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut 31 kilometer barat daya Meulaboh dengan kedalaman 28 kilometer. Titik koordinatnya tercatat di 3,94 Lintang Utara dan 95,93 Bujur Timur.
Meski tergolong gempa dangkal, getarannya cukup kuat dirasakan warga. BMKG mencatat intensitas gempa MMI III–IV di Meulaboh, MMI III di Aceh Barat Daya dan Calang, MMI II–III di Tapak Tuan, serta MMI II di Aceh Selatan dan Sigli.
Warga yang tengah beristirahat mengaku sempat panik. Sebagian langsung keluar rumah setelah merasakan getaran yang cukup kuat. Tidak ada laporan kerusakan serius, namun beberapa warga mengaku merasakan goyangan seakan truk besar melintas di dekat rumah mereka.
Untuk diketahui, skala MMI II menandakan getaran ringan yang hanya dirasakan oleh sebagian orang dan membuat benda-benda gantung bergoyang. Skala MMI III berarti getaran terasa jelas di dalam rumah. Sedangkan MMI IV menunjukkan getaran yang cukup kuat hingga terdengar bunyi derit dari pintu atau jendela.
Hingga kini, BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami akibat gempa tersebut. Meski begitu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Lembaga tersebut juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana di wilayah rawan seperti pesisir barat Aceh.
Aceh memang termasuk daerah dengan aktivitas tektonik tinggi karena berada di pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kondisi ini membuat gempa bumi kerap terjadi, baik dengan intensitas kecil maupun besar.
Meski guncangan kali ini tidak menimbulkan kerusakan besar, peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapan warga menghadapi ancaman gempa di masa depan.
Redaksi Energi Juang News



