Energi Juang News, Jakarta- Sebuah insiden memilukan terjadi di Sungai Singorojo, Kendal, saat sekelompok mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melakukan wisata alam pada Selasa sore (4/11/2025). Keenam mahasiswa tersebut sedang beraktivitas di tubing Jolinggo ketika tiba-tiba arus sungai mengganas akibat cuaca hujan dan banjir kiriman dari daerah hulu. Dari total enam mahasiswa, tiga telah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, terdiri atas dua perempuan dan satu laki-laki, yang langsung dievakuasi ke Puskesmas Singorojo untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Singorojo, AKP Sudali, menyampaikan bahwa proses pencarian terus dilakukan di lokasi sekitar sungai dan jembatan Kaliringin serta wilayah Banyuringin. Korban pertama ditemukan di bawah jembatan Kaliringin, sedangkan korban kedua ditemukan di Banyuringin dan korban ketiga hanya berjarak pendek dari lokasi kejadian utama. Keterangan dari warga menyebutkan saat kejadian, hujan turun dengan lebat, diduga kuat menjadi penyebab derasnya arus sungai yang menyeret para korban tanpa ampun.
Peristiwa tragis ini menjadi sorotan warga dan aparat yang segera turun tangan untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban berikutnya. Ketika aktivitas wisata alam justru berujung duka, ada keprihatinan terkait keselamatan wisata air di Kendal, apalagi jika cuaca buruk kerap terjadi secara tak terduga. Apakah sistem pengawasan dan keselamatan di destinasi wisata seperti Sungai Singorojo sudah cukup? Satu hal yang pasti: tragedi semacam ini menuntut refleksi sekaligus perbaikan keamanan bagi semua pengunjung, agar tidak terulang di masa depan.
Redaksi Energi Juang News



