Jumat, Maret 6, 2026
spot_img
BerandaInternasionalPerpindahan Komunitas Yahudi India Telah Disetujui Pemerintah Israel

Perpindahan Komunitas Yahudi India Telah Disetujui Pemerintah Israel

Energi Juang News, Tel Aviv- Kedatangan
sekitar 5.800 anggota komunitas Yahudi India, Bnei Menashe, pada tahun 2030,
telah disetujui Israel. Hal itu tertuang dalam keputusan pemerintah yang diumumkan Minggu (22/11) lalu.

Kelompok etnis asal negara bagian Mizoram dan Manipur di India ini diperkirakan akan pindah secara bertahap ke wilayah Galilea, yang terletak di utara Israel.

Wilayah ini kerap terdampak konflik dengan kelompok militan Hezbollah dari Lebanon, yang memaksa puluhan ribu warga meninggalkan daerah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut keputusan ini bernilai “penting dan Zionis,” yang menurutnya akan memperkuat Israel di bagian utara.

Kelompok pertama yang berjumlah 1.200 orang dijadwalkan tiba tahun depan. Kementerian yang menangani absorpsi diaspora di luar negeri akan menyediakan bantuan finansial awal, pengajaran bahasa Ibrani, bimbingan pekerjaan, perumahan sementara, serta program sosial untuk memudahkan penyesuaian para pendatang.

Pemerintah diperkirakan akan mengalokasikan sekitar $27,4 juta hanya untuk gelombang awal ini. Kedatangan baru ini mengikuti sekitar 4.000 Bnei Menashe yang sudah bermigrasi ke Israel selama dua dekade terakhir.

Pertimbangan demografis tetap menjadi inti kebijakan negara Israel, terutama terkait konflik yang lebih luas dengan Palestina. Saat ini, populasi Israel mencapai sekitar 10,1 juta jiwa, dengan sekitar 73% beragama Yahudi, dibandingkan 5,5 juta jiwa di wilayah Palestina.

Bnei Menashe mengidentifikasi diri sebagai keturunan suku Manasye dalam Alkitab, yang dikenal sebagai salah satu “suku Israel yang hilang.” Banyak dari mereka sebelumnya memeluk Kristen sebelum berpindah ke Yahudi dan diakui secara resmi oleh Rabinat Kepala Israel.

Mereka menjalankan praktik-praktik Yahudi tradisional, merayakan hari raya seperti Sukkot, dan mendirikan sinagoga di komunitas mereka.

Israel baru secara resmi mengakui imigrasi Bnei Menashe pada 2005, ketika Sephardi Chief Rabbi saat itu menetapkan komunitas ini sebagai keturunan suku Israel yang hilang.

Galilea, tempat mereka diperkirakan akan menetap, adalah wilayah pegunungan bersejarah dengan kota-kota besar seperti Nazaret, Tiberias, dan Safed. Wilayah ini berbatasan dengan Lebanon di utara, serta Lembah Yordan dan Danau Galilea di timur.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments