Oleh Hiski Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)
Bencana mengguncang Indonesia, khususnya Sumatera. Bencana berupa banjir dan longsor itu telah merenggut nyawa ratusan orang.
BNPB mengungkap jumlah korban meninggal akibat bencana itu di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar) hingga Sumatera Utara (Sumut) tercatat 442 orang. Sementara 402 orang masih dalam pencarian.
Bencana menjelang hari raya Natal ini, tentu mengusik rasa kemanusiaan. Dan sudah sepatutnya, peringatan Natal Nasional 2025 membangun solidaritas bagi para korban bencana Sumtera.
Untuk diketahui, peringatan Natal Nasional 2025 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Tenis Indoor Senayan pada Senin, 5 Januari 2026, telah mengagendakan pemberian persembahan khusus untuk rakyat Palestina.
Ketua Panitia Natal Nasional, Maruarar Sirait menegaskan bahwa agenda tersebut telah diketahui dan merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Nah, jatuhnya ratusan korban akibat bencana di tiga Provinsi di Sumatera ini, seharusnya membuat peringatan Natal Nasional 2025 fokus pada solidaritas bagi korban bencana Sumatera, bukan Palestina.
Boleh membangun solidaritas bagi Palestina. Genosida di negeri itu, membuat siapapun yang mengaku sebagai manusia tergugah kemanusiaannya.
Namun yang penting diingat, umat Kristiani di Indonesia memiliki tanggung jawab primer untuk memastikan kesejahteraan komunitas terdekat mereka terlebih dahulu, sebelum membantu warga asing di negeri lain.
Langkah memprioritaskan solidaritas kepada warga Indonesia korban bencana Sumatera, juga dapat memperkuat ikatan sosial dan solidaritas di bangsa ini.
Hal ini penting dilakukan, agar tidak ada kesan, umat Kristiani Indonesia maupun Presiden Prabowo sendiri lebih peduli bangsa lain dari bangsa sendiri yang sedang terluka.
Redaksi Energi Juang News



