Energi Juang News, Jakarta- Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menegaskan pajak sebagai “uang Tuhan”. Uang ini dialokasikan untuk rakyat miskin lewat sistem fiskal negara. Ia menekankan redistribusi kekayaan jadi inti tugas DJP.
Respons Keras Pasca-OTT
Bimo marah besar usai tiga pegawai KPP Madya Jakarta Utara ditangkap KPK. Penyalahgunaan wewenang bukan sekadar pelanggaran hukum. Itu juga dosa etika dan iman, karena rampas hak rakyat tak mampu.
Ia bilang langsung, “Ketika ahli pajak yang dipercaya oleh negara mengambil hak itu untuk rakyat yang membutuhkan melalui mekanisme fiskal, itu halal, sah-sah saja. Akan tetapi ketika dia mengambil bagian itu untuk diri pribadinya, maka sudah pasti ahli pajak tadi adalah ahli neraka, ahli neraka. Itu ditulis secara jelas dalam sebuah hadis di kepercayaan saya,” ujarnya dalam Perayaan Natal DJP, dikutip Senin (12/1/2026).
Ajakan Jaga Integritas
Bimo undang pegawai saling ingatkan dan kuatkan satu sama lain. Kepercayaan masyarakat jadi pondasi DJP. Mulai dari keluarga kecil, DJP harus aman secara psikis.
Prinsip ini harus hidup di DJP terutama dimulai dari lingkungan kecil keluarga bapak/ibu di rumah tangga. DJP harus menjadi ruang aman secara psikologis bagi semua anggotanya. Harus menjadi ruang yang terbuka untuk dialog, harus menjadi ruang yang adil dalam perlakuan dan tentunya dasarnya adalah menjunjung integritas,” tegasnya.
Ikatan Bersama Hindari Korupsi
Pegawai diminta berikrar tinggalkan praktik salah. Jaga DJP sebagai rumah besar, apalagi saat perubahan besar terjadi belakangan. Tolong kita sama-sama berikrar mulai hari ini. Kita tinggalkan yang tidak benar tidak benar itu, kita jaga rumah besar kita,” pintanya.
Bimo sudah sering ingatkan jaga keluarga DJP. Ia komunikasikan kasus Jumat (9/1) malam dengan Menteri dan Ketua KPK. “Saya sudah sering sekali memberikan sharing kepada rumah besar kita, bahwa jagalah keluarga kita. Jangan sampai hal-hal seperti yang terjadi dari Jumat (9/1) malam kemarin saya sudah berkomunikasi dengan Pak Menteri dan Ketua KPK, itu tidak perlu terulang lagi seharusnya,” katanya.
Redaksi Energi Juang News



