Sabtu, April 18, 2026
spot_img
BerandaHukumSelain Meracuni, MBG Juga Bikin Dua Jurnalis Dipukuli

Selain Meracuni, MBG Juga Bikin Dua Jurnalis Dipukuli

Energi Juang News, Jakarta- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mengutuk penganiayaan terhadap dua jurnalis saat sedang meliput Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Peristiwa itu terjadi di SPPG Gedong 2, salah satu dapur makan bergizi gratis (MBG), pada Selasa siang, 30 September 2025.

Menurut AJI Jakarta dan LBH Pers, dugaan penganiayaan itu terjadi kepada wartawan Warta Kota, Miftahul Munir, dan wartawan MNC, Rizki Fahluvi. Kejadian ini bermula saat kedua jurnalis itu meliput dugaan keracunan pada belasan siswa SDN 01 Gedong akibat menyantap makan bergizi gratis,” kata Direktur Eksekutif LBH Pers Mustafa Layong dalam keterangan tertulis pada Selasa, 30 September 2025.

Saat itu, Munir dan Rizki sedang menelusuri insiden keracunan MBG di SDN 1 Gedong, Pasar Rebo. Keduanya menghampiri SPPG Gedong 2 yang berlokasi di wilayah yang sama untuk menanyakan kabar tersebut.

Di lokasi, Munir dan Rizki mendapat informasi bahwa SPPG yang bertanggung jawab terhadap SDN 1 Gedong bukanlah SPPG yang mereka hampiri. Namun, keduanya diduga diserang oleh petugas keamanan SPPG tersebut saat akan pergi dari lokasi itu.

Atas kejadian tersebut, AJI Jakarta dan LBH Pers mendesak kepolisian untuk segera menangkap dan memproses hukum pelaku kekerasan terhadap Munir dan Rizki. “Jangan ada impunitas,” kata Layong.

Menurut Layong, semua orang harus menyadari bahwa kerja-kerja jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. “Segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis adalah pelanggaran hukum dan demokrasi,” tuturnya

Layong pun mengajak publik dan organisasi masyarakat sipil untuk mengawal kasus kekerasan ini. “Apalagi kasus ini terjadi terjadi ketika jurnalis sedang meliput program MBG yang belakangan sedang bermasalah sekaligus menyebabkan keracunan massal,” ujar dia.

Baca juga :  Jadikan Zarof Ricar Tersangka, Kejagung Dipuji

Menurut Layong, kekerasan terhadap wartawan bukan hanya serangan terhadap individu. Namun, kata dia, serangan bagi pers juga merupakan ancaman bagi hak publik untuk tahu dan hak masyarakat untuk mengevaluasi program pemerintah.
Munir mengkonfirmasi dugaan kekerasan yang dia alami. Menurut dia, dirinya dan Rizki sedang berupaya mengkonfirmasi kasus keracunan MBG di SDN 1 Gedong, Pasar Rebo saat mendatangi SPPG Gedong 2.

Menurut Munir, ketika itu dia dan Rizki menemukan lokasi SPPG Gedong 2 melalui mesin pencari Google. “Kami hanya ingin menelusuri kebenarannya,” kata Munir.

Keduanya pun mendatangi lokasi SPPG Gedong 2. Munir berujar seorang penjaga kemudian meminta dia untuk masuk ke dalam gedung SPPG. “Petugas keamanan itu mengira saya tukang cuci ompreng MBG,” ujar dia.

Keduanya pun mendatangi lokasi SPPG Gedong 2. Munir berujar seorang penjaga kemudian meminta dia untuk masuk ke dalam gedung SPPG. “Petugas keamanan itu mengira saya tukang cuci ompreng MBG,” ujar dia.

Kepada petugas itu, Munir lalu menyebut ingin bertemu kepala SPPG untuk mengkonfirmasi kasus keracunan yang dialami 20 siswa di SDN 1 Gedong. Namun, sang petugas SPPG langsung mengusir keduanya saat tahu mereka adalah wartawan.

Munir dan Rizki pun menunggu di depan gedung dapur SPPG. Tak lama kemudian, sebuah mobil SPPG yang digunakan untuk mengantar MBG ke sekolah-sekolah masuk ke lokasi tersebut.

Munir dan Rizki lalu mengeluarkan gawai untuk mengambil video. Namun, mereka dilarang merekam mobil SPPG oleh petugas. Munir membalas bahwa petugas tidak bisa melarang dirinya merekam. “Ini di luar, area publik, bapak enggak boleh larang-larang,” tuturnya kepada petugas itu.

Kemudian, salah satu pegawai SPPG turun dari mobil dan menghampiri Munir. Petugas itu, kata Munir, menjelaskan bahwa SPPG Gedong 2 tidak mengirim MBG ke SDN 1 Gedong tempat kasus keracunan terjadi. SPPG yang bertanggung jawab terhadap sekolah itu berada di lokasi lain.

Baca juga :  Jadi Korban Penganiayaan, Seorang Pelajar Tewas di Bandung

Setelah mendapat penjelasan tersebut, Munir dan Rizki pun berencana pergi mengecek lokasi lain. Namun, salah satu petugas SPPG kemudian menghampiri mereka sambil mengepalkan tangan. “Bahkan saya dan Rizki tiba-tiba dicekik,” kata Munir.

Staf SPPG Gedong 2 lainnya pun melerai mereka. Petugas keamanan yang mencekik Munir dan Rizki lalu dipegangi oleh rekan-rekannya.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments