Energi Juang News, Jakarta- Polisi selidiki kasus dugaan penipuan trading kripto yang rugikan korban miliaran rupiah. Pelapor berinisial Y laporkan kerugian korban usia 18-27 tahun. Mereka janjikan untung ratusan persen, tapi berujung rugi besar.
Latar Belakang Kasus
Timothy Ronald, influencer kripto terkenal, ikut terseret laporan ini. Ia kelola komunitas edukasi investasi aset digital. Kontennya populer di kalangan anak muda.
Korban ikut trading kripto atas ajakan Timothy dan rekan seperti Kalimasada. Kerugian capai miliaran rupiah. Aparat kini tangani kasus tersebut.
Karier Timothy Ronald
Timothy lahir 22 September 2000. Ia mulai investasi usia 15 tahun, terinspirasi Warren Buffett. Baca buku seperti ‘The Intelligent Investor’ karya Benjamin Graham.
Ia jual pomade dan sedotan untuk modal awal. Usia 19 tahun, dirikan Ternak Uang untuk literasi finansial. “Investasi bukan sekadar tentang mencari keuntungan, tapi kita juga harus memahami bagaimana cara kerja bisnis yang sebenarnya,” ungkap Timothy dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (12/1/2026).
Bisnis dan Prestasi
Lihat blockchain booming, Timothy bangun Akademi Crypto. Fokus ajar generasi muda soal kripto. Di LinkedIn, ia catat posisi owner Ternak Uang, CEO Akademi Crypto, Commissioner Holywings Group, dan Co-Owner FLOQ.
Timothy aktif unggah konten investasi di YouTube @TimothyRonald. Ia partner Kalimasada, trader yang juga terseret kasus. Kasus ini uji citra Timothy di dunia kripto Indonesia.
Redaksi Energi Juang News



