Selasa, Maret 17, 2026
spot_img
BerandaBerita NasionalPrabowo Tawarkan 18 Proyek Hilirisasi ke Investor AS

Prabowo Tawarkan 18 Proyek Hilirisasi ke Investor AS

Energi Juang News, Washington- Presiden Prabowo Subianto mengajak para pelaku usaha Amerika Serikat untuk masuk lebih dalam ke rantai pasok industri Indonesia melalui penawaran 18 proyek hilirisasi bernilai besar. Dalam forum bisnis di Washington DC, ia menegaskan bahwa Indonesia telah memulai transformasi ekonomi berbasis pengolahan sumber daya alam dan siap menjadi basis produksi sekaligus mitra strategis bagi perusahaan-perusahaan AS.

Prabowo Paparkan Agenda Hilirisasi di Washington

Dalam acara “Business Summit in Honor of H. E. Prabowo Subianto, President of the Republic of Indonesia” di Gedung US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/02/2026) waktu setempat, Prabowo memaparkan 18 proyek hilirisasi yang tengah digarap pemerintah sebagai motor percepatan transformasi ekonomi nasional. Pertemuan itu digelar bersama Kamar Dagang Amerika Serikat (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), dan US-Indonesia Society (USINDO) sebagai pembuka rangkaian agenda resmi Presiden di Washington DC.

Indonesia, kata Prabowo, kini fokus memperkuat industri pengolahan di dalam negeri agar tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah yang bernilai tambah rendah. “Kami baru saja memulai 18 proyek hilirisasi tahun ini,” ujarnya dalam pidato yang dikutip dari Antara, seraya menekankan bahwa langkah ini menjadi bagian penting dari perubahan struktur ekonomi Indonesia.

Nilai Tambah SDA dan Proyek Waste to Energy

Prabowo menjelaskan bahwa 18 proyek hilirisasi yang ditawarkan ke investor Amerika Serikat dirancang untuk mendorong peningkatan nilai tambah sumber daya alam, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat struktur industri nasional. Proyek-proyek ini mencakup pengolahan berbagai komoditas strategis sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga produsen barang olahan yang berdaya saing di pasar global.

Selain hilirisasi komoditas, pemerintah juga menyiapkan proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) dengan nilai investasi sekitar US$ 3 miliar. Skema ini diharapkan sekaligus memperbaiki pengelolaan lingkungan dan memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan teknologi energi bersih berbasis limbah perkotaan.

Peran Danantara Indonesia dan Dukungan Pembiayaan

Di hadapan komunitas bisnis AS, Prabowo menegaskan bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia akan menjadi motor utama pembiayaan dan percepatan proyek-proyek hilirisasi tersebut. Lembaga ini disiapkan untuk mengonsolidasikan sumber pendanaan strategis dan mempercepat realisasi investasi di sektor-sektor prioritas, mulai dari mineral hingga energi terbarukan.

Penguatan hilirisasi, menurut Prabowo, menjadi kunci agar Indonesia naik kelas dalam rantai pasok global dan tidak lagi terjebak sebagai pengekspor bahan mentah. Dengan skema pembiayaan yang lebih terintegrasi, pemerintah menargetkan proyek-proyek tersebut dapat berjalan lebih cepat, menyerap ratusan ribu tenaga kerja, dan memperdalam basis industri nasional.

Ajakan Terbuka ke Pebisnis Amerika

Prabowo menyampaikan pesan langsung kepada para pengusaha AS bahwa Indonesia ingin dilihat bukan sekadar sebagai pasar, tetapi sebagai basis produksi dan mitra strategis jangka panjang. “Kami bergerak sangat cepat di semua sektor ini, dan saya pikir bagi perusahaan-perusahaan Amerika, Indonesia bukan hanya akan menjadi pasar yang menarik, tetapi juga kami berharap dapat dimanfaatkan sebagai basis produksi dan dipandang sebagai mitra strategis yang baik di kawasan,” ucap Prabowo.

Dalam forum bisnis yang dihadiri pengusaha-pengusaha ternama AS itu, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia terbuka dan membutuhkan lebih banyak investasi asing, khususnya dari Amerika Serikat. Ia mengeklaim Indonesia kompetitif dan atraktif dengan cadangan mineral besar yang dibutuhkan untuk produksi teknologi baru, dan menutup pidato dengan ajakan, “Jadi silakan datang ke Indonesia, terima kasih.”

Hilirisasi, Infrastruktur, dan Transisi Energi

Pemerintah, menurut Prabowo, tidak hanya membangun sektor industri, tetapi juga mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung seperti pelabuhan, bandara, dan jalan tol. Infrastruktur ini diproyeksikan menurunkan biaya logistik dan memastikan rantai pasok industri hilirisasi berjalan lebih efisien dari sisi waktu dan biaya distribusi.

Prabowo juga menautkan agenda hilirisasi dengan transisi energi yang tengah didorong pemerintah. Ia menegaskan komitmen pengembangan energi terbarukan, kendaraan listrik, dan industri energi hijau melalui pendekatan pragmatis yang disesuaikan dengan kapasitas nasional, sehingga transformasi energi tetap berkelanjutan sekaligus realistis bagi kondisi fiskal dan teknologi Indonesia.

ART dengan AS dan Deretan Tokoh yang Hadir

Pertemuan bisnis ini digelar menjelang seremoni penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik (agreement on reciprocal trade/ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. ART menjadi salah satu agenda utama lawatan Presiden Prabowo di Washington DC dan dipandang sebagai instrumen untuk memperdalam hubungan dagang, termasuk di sektor hilirisasi dan energi.

Prabowo hadir di Washington DC bersama sejumlah menteri Kabinet dan pimpinan lembaga ekonomi kunci. Turut mendampinginya antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo.

Kadin, BUMN, dan Raksasa Tambang Turut Mengiringi

Dari kalangan dunia usaha Indonesia, pertemuan itu juga dihadiri Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie yang mewakili pelaku usaha nasional. Pemerintah berharap keterlibatan Kadin dapat memperkuat jejaring bisnis dan membuka peluang kemitraan baru dengan perusahaan-perusahaan AS di sektor hilirisasi dan energi.

Sejumlah pimpinan BUMN dan perusahaan tambang besar pun ikut hadir, antara lain Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, serta Chairman of the Board Freeport-McMoRan Inc Richard C. Adkerson. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa proyek-proyek yang ditawarkan menyentuh sektor strategis yang selama ini menjadi tulang punggung investasi dan ekspor Indonesia.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments