Jumat, Maret 13, 2026
spot_img
BerandaDaerahBule Protes Suara Tadarusan di Gili Trawangan Overstay

Bule Protes Suara Tadarusan di Gili Trawangan Overstay

Energi Juang News, Jakarta- Seorang warga negara Selandia Baru berinisial ML yang memprotes suara tadarusan di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, kini harus berurusan dengan pihak imigrasi. Pemeriksaan menunjukkan bahwa bule tersebut ternyata telah melebihi masa izin tinggalnya.

Diperiksa Imigrasi Karena Overstay

Kepala Satreskrim Polres Lombok Utara, AKP I Komang Wilandra, membenarkan bahwa ML telah dibawa ke kantor imigrasi untuk proses pemeriksaan.
“Yang bersangkutan sudah dibawa ke kantor imigrasi untuk pemeriksaan lebih lanjut dari izin tinggalnya yang overstay,” ujar Wilandra dalam keterangannya yang dikutip dari Antara, Minggu (22/2/2026).

Wilandra menjelaskan, pemeriksaan itu dilakukan setelah aparat kepolisian dari Subsektor Gili Indah Pos Gili Trawangan mendampingi petugas imigrasi yang datang ke lokasi. Mereka memastikan status dan identitas bule perempuan tersebut.

Sempat Tolak Temui Petugas

Saat aparat datang untuk pengamanan, ML sempat menolak menemui petugas. Namun, setelah dilakukan pendekatan persuasif, ia akhirnya bersedia bertemu dengan syarat jumlah orang yang datang dibatasi.

Alasan Protes dan Respons Petugas

Kepada petugas imigrasi, ML mengaku terganggu oleh suara pengeras dari mushala yang digunakan untuk tadarusan di malam hari. Ia merasa aktivitas itu mengganggu waktu istirahatnya.
Petugas kemudian menjelaskan bahwa tadarusan merupakan bagian dari ibadah rutin umat Muslim selama bulan Ramadan, dan meminta ML menghormati tradisi lokal masyarakat.

Aksi Viral dan Ancaman dengan Parang

Aksi ML sempat viral di media sosial melalui sebuah video yang memperlihatkan dirinya membuat keributan di mushala pada Rabu malam (18/2). Dalam insiden itu, ia merusak mikrofon dan merampas ponsel warga yang merekam tindakannya.
Ketika perangkat dusun datang meminta ponsel dikembalikan, ML justru menolak bahkan mengancam warga dengan sebilah parang.

Tinggal di Rumah Orang Tuanya yang Pernah Diusir

Dari hasil pemeriksaan, diketahui ML tinggal di rumah orang tuanya yang sebelumnya juga pernah diusir oleh warga setempat. Untuk menghindari konflik berlanjut, pihak kepolisian kini berjaga di sekitar mushala dan vila tempat tinggal ML.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments