Minggu, Maret 15, 2026
spot_img
BerandaHukumSidang Korupsi LNG Memanas, Mengapa?

Sidang Korupsi LNG Memanas, Mengapa?

Energi Juang News, Jakarta-Persidangan kasus korupsi pengadaan liquefied natural gas (LNG) atau gas alam cair diwarnai perdebatan antara Mantan Komisaris Utama (Komut) Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang jadi saksi, dengan terdakwa.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin (2/3/2026) itu, Jaksa menghadirkan Ahok sebagai saksi dalam sidang.

Dalam sidang itu, Ahok menyampaikan saat pertama kali rapat dengan direksi mendapatkan informasi akan ada kerugian dari pembelian LNG. Ahok kala itu membeberkan temuan adanya impor LNG namun direksi belum memiliki komitmen kontrak pihak pembeli.

“Jadi yang saya ingat itu, Pak Penuntut Umum, ketika saya baru masuk itu Januari, itu ada rapat rutin BOD-BOC. Dan rapat itulah disampaikan bahwa akan ada kerugian dari penjualan LNG,” ungkap Ahok.

“Kerugian? Siapa yang menyampaikan?,” tanya jaksa.

“Direksi. Itu yang saya ingat. Lalu kami baru masuk itu terheran kenapa bisa rugi. Lalu di situ terjadi perdebatan. Ada kontrak pembelian, itu tidak ada kontrak pembelinya yang sudah komitmen,” jawab Ahok.

Ahok menjelaskan dalam mengimpor LNG semestinya sudah ada kontrak komitmen dengan pihak pembeli. Dia menyebut saat itu pada 2020 ditemukan adanya kerugian 100 juta dolar dan potensi kerugian hingga 300 juta dolar.

“Jadi yang kami waktu itu kami dengar, saya juga sampaikan di BAP itu, biasanya LNG itu kalau mau beli sudah ada komitmen pembeli,” jelas Ahok.

“Artinya ada end-user-nya?,” tanya jaksa.

“Iya ada. Kalau enggak salah waktu itu PLN itu tidak menandatangani harganya. Ada harus kirim, kalau enggak salah mungkin harganya nanti jadi catatan Pak ya. Jadi ada rugi 100 juta lebih. Lalu diproyeksikan, 2020 ada kargo yang juga belum ada pembeli. Nah, kalau itu terjadi akan mungkin kerugian 300-an juta dolar,” jawab Ahok.

“Dolar?,” tanya jaksa.

Ahok pun menjelaskan, pihaknya bersama jajaran komisaris meminta agar dilakukan audit. Hasilnya, ditemukan bahwa untuk kegiatan impor LNG ini semestinya direksi meminta persetujuan kepada dewan komisaris hingga Menteri BUMN.

“Pada saat itu ada enggak pengajuan di situ?,” tanya jaksa.

“Tidak ada sama sekali kami temukan,” jawab Ahok.

Ahok sempat berdebat dengan terdakwa Hari Karyuliarto soal keuntungan bisnis LNG. Terdakwa Hari yang merupakan mantan Direktur Gas PT Pertamina, mulanya bertanya ke Ahok apakah mengetahui Pertamina untung dari hasil pembelian LNG kepada Corpus Christi Liquefaction LLC.

“Bapak tahu bahwa Corpus Christi, Woodside, semuanya untung?” tanya Hari.

“Iya. Itu sesuatu yang saya maksudkan…,” jawab Ahok yang kemudian dipotong Hari.

“Bapak tahu?” tanya Hari.

“Tahu. Karena memang kebetulan dunia tiba-tiba LNG naik,” jawab Ahok.

Hari lalu bertanya apakah keuntungan LNG ini turut dibahas dalam setiap rapat. Hari bertanya mengapa Ahok sebagai Komut Pertamina saat itu tak berterima kasih ketika LNG memberikan keuntungan.

“Saya bukan, bukan persoalan ini jadi untung. Jadi jangan salah paham. Persoalannya…,” kata Ahok yang kembali dipotong Hari.

“Nggak. Saya, pertanyaan saya, Bapak tahukah untung?” tanya Hari.

Perdebatan Ahok dan Hari ini sempat dihentikan hakim. Hakim meminta Ahok menjawab saja pertanyaan Hari.

“Saudara saksi dijawab saja. Tahu apa nggak?” tanya hakim.

“Tahu. Kalau ada untung, ada rugi, kita tahu. Masa nggak tahu,” jawab Ahok.

Hari kembali menanyakan alasan Ahok selalu menghindar untuk mengakui keuntungan yang diperoleh perusahaan terkait bisnis LNG. Ahok menjawab dia tak menghindar.

“Kenapa Bapak selalu menghindar dengan untung?” tanya Hari.

“Tidak menghindar,” jawab Ahok.

“Dari tadi dan statement di luar KPK setelah penyidikan pun, Anda nggak pernah bilang untung,” ujar Hari.

“Tidak, tidak menghindar. Bukan. Yang saya maksud, dari awal saya masuk 2020 dilaporkan akan rugi ke depan,” jawab Ahok.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments