Energi Juang News, Abu Dhabi- Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (8/3/2026) membantah laporan media Israel yang mengeklaim bahwa negara tersebut melancarkan serangan terhadap fasilitas desalinasi air milik Iran.
Ketua Komite Pertahanan, Dalam Negeri, dan Luar Negeri di Dewan Nasional Federal (FNC) UEA, Ali Rashid Al Nuaimi menegaskan negaranya tidak terlibat dalam operasi militer tersebut.
“Ini berita palsu. Ketika kami melakukan sesuatu, kami memiliki keberanian untuk mengumumkannya,” ujarnya, dikutip dari Anadolu.
Media Israel Tuduh Abu Dhabi Serang Iran
Sebelumnya, saluran televisi Israel Channel 15 menyiarkan laporan yang mengutip sumber Israel tanpa identitas. Laporan tersebut menuduh UEA menyerang fasilitas desalinasi air di Iran.
Klaim tersebut kemudian menyebar luas melalui sejumlah media berbahasa Ibrani, termasuk lembaga penyiaran publik KAN.
Baca juga : Serangan Drone Iran Sasar Pusat Data Amazon Bahrain
KAN bahkan melaporkan bahwa pejabat Israel mengonfirmasi serangan tersebut sebagai operasi pertama UEA terhadap target Iran sejak konflik terbaru di kawasan itu pecah pekan lalu.
Iran Ingatkan Negara Tetangga
Di sisi lain, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan Teheran tetap ingin menjaga hubungan baik dengan negara-negara di kawasan.
Namun ia memberi peringatan keras jika negara tetangga membuka pangkalan militernya bagi Amerika Serikat untuk menyerang Iran.
“Ini adalah hak yang sah dan tidak dapat dinegosiasikan,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa negara-negara kawasan tidak bisa bersikap ambigu.
“Negara-negara di kawasan ini harus menyadari bahwa mereka tidak bisa sekaligus menyatakan berpihak pada Iran dan mengizinkan pangkalan-pangkalan tersebut digunakan untuk melawan Iran,” lanjutnya.
Larijani menegaskan Iran akan memberikan respons tegas jika wilayah regional dipakai untuk menyerang Teheran.
Rudal dan Drone Iran Hujani Negara Teluk
Ketegangan di kawasan Teluk terus meningkat. Iran kembali meluncurkan sejumlah rudal dan drone ke arah beberapa negara Teluk pada Minggu (8/3/2026).
Serangan tersebut mengarah ke Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, hingga Bahrain. Sirene peringatan pun terdengar di berbagai kota.
Di Arab Saudi, Kementerian Pertahanan menyatakan sebuah rudal balistik yang ditembakkan ke arah Pangkalan Udara Prince Sultan jatuh di wilayah tak berpenghuni. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Pihak berwenang juga menyebut sejumlah rudal dan drone berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.
Di Uni Emirat Arab, otoritas setempat melaporkan puing dari insiden tersebut sempat menimbulkan kerusakan kecil pada fasad sebuah menara di kawasan Dubai Marina. Tidak ada korban luka dan situasi cepat terkendali.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Bahrain melaporkan sebuah serangan memicu kebakaran di Manama yang merusak satu rumah dan beberapa bangunan di sekitarnya.
Di Kuwait, pesawat nirawak dilaporkan menargetkan tangki bahan bakar di bandara internasional. Serangan tersebut disebut sebagai penargetan langsung terhadap infrastruktur vital.
Qatar juga mengalami situasi serupa. Kementerian Pertahanan negara itu menyatakan wilayahnya menjadi sasaran 10 rudal balistik dan dua rudal jelajah yang ditembakkan dari Iran sehari sebelumnya.
Redaksi Energi Juang News



