Kamis, April 16, 2026
spot_img
BerandaInternasionalMisteri Evakuasi Mojtaba Khamenei ke Rusia

Misteri Evakuasi Mojtaba Khamenei ke Rusia

Energi Juang News, Teheran— Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan menjalani evakuasi rahasia ke Rusia setelah terluka akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu. Informasi ini memicu gelombang spekulasi mengenai kondisi kesehatan serta stabilitas politik di kawasan.

Evakuasi Senyap dan Operasi di Moskow

Media Inggris Metro.co.uk melaporkan pada Senin (16/3/2026), Mojtaba dipindahkan secara diam-diam untuk menjalani operasi kaki yang disebut penting demi menyelamatkan nyawanya. Prosedur medis itu dikabarkan berlangsung di salah satu istana kepresidenan milik Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Laporan menyebut evakuasi dilakukan menggunakan pesawat militer Rusia. Saat dipindahkan keluar dari Iran, Mojtaba dikatakan berada dalam kondisi luka serius.

Korban Serangan dan Sumber yang Belum Terverifikasi

Surat kabar Kuwait, Al-Jarida, menulis bahwa Mojtaba sebelumnya dievakuasi dari bunker yang menjadi sasaran serangan. Insiden tersebut juga dilaporkan menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, serta beberapa anggota keluarga lainnya.

Menurut laporan itu, Mojtaba kemudian “diselundupkan” keluar dari Iran untuk menjalani operasi rahasia. Informasi ini disebut berasal dari “sumber pejabat tinggi yang dekat dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru”, namun belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah di Teheran.

Spekulasi Kondisi Kesehatan Mojtaba

Berbagai kabar yang beredar menyebut kondisi Mojtaba berbeda-beda. Ada yang menyatakan ia mengalami patah kaki dan luka di wajah. Laporan lain menyebut kemungkinan kehilangan satu kaki hingga berada dalam kondisi koma. Hingga kini, tidak ada verifikasi independen yang memastikan kebenaran informasi tersebut.

Pemerintah Iran sendiri menegaskan Mojtaba masih hidup. Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, mengaku menerima informasi bahwa pemimpin baru Iran itu telah meninggal dunia.

“Pemimpin revolusi dalam keadaan sehat dan sepenuhnya memantau situasi,” kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

Baca juga :  Trump Bakal Kirim Rudal Patriot ke Ukraina, Hubungan dengan Putin Memanas

Kepemimpinan Baru dan Ancaman Balasan

Mojtaba resmi menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Iran sejak 1 Maret, beberapa hari setelah serangan awal pada 28 Februari. Meski telah menjabat, ia belum muncul secara langsung di hadapan publik.

Pernyataan perdananya disampaikan secara tertulis dan dibacakan presenter televisi pemerintah pada Kamis (12/3). Dalam pesan itu, ia menegaskan sikap keras terhadap Washington dan Tel Aviv, termasuk ancaman menutup Selat Hormuz.

“Saya meyakinkan semua orang bahwa kami tidak akan menahan diri untuk membalas darah para martir,” tegasnya.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments