Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaPergerakanDPP GMNI: Masyarakat Harus Awasi Program MBG!

DPP GMNI: Masyarakat Harus Awasi Program MBG!

Energi Juang News, Jakarta-Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) menyerukan agar semua elemen masyarakat bahu membahu mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

GMNI mengingatkan agar jangan sampai ada yang menyalahi prosedur standarisasi yang sudah ditetapkan. Organisasi mahasiswa Marhaenis itu juga menegaskan agar jangan sampai ada pengelola dapur yang hanya mementingkan perolehan keuntungan ekonomi saja, namun kualitas makannya tidak diperhatikan.

Seruan GMNI: Awasi Mutu Pelaksanaan Program MBG

Selain itu dari sisi ekonomi, pemerintah melalui program MBG harus mampu menjaga keseimbangan pasokan antara kebutuhan program dan kebutuhan masyarakat, untuk mencegah fluktuasi harga (inflasi maupun deflasi) yang merugikan,” ujar Riyanto Pratama, Ketua DPP GMNI Bidang Ekonomi, dalam keterangan tertulis yang diterima Energi Juang News, Senin (23/3/2026).

Selain itu, GMNI mendesak agar sistem untuk pengawasan program tersebut harus secepatnya dirancang oleh pemerintah, guna memastikan program tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
Karena pada banyak kejadian, kurangnya pengawasan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat.

Baca juga : DPP GMNI Desak Kekerasan Terhadap Pelajar di Tual Diusut Tuntas

DPP GMNI pun berpendapat bahwa MBG merupakan program kerja prioritas Prabowo, yang diproyeksikan sebagai program yang visioner untuk masa depan bangsa. Dalam bernegara, pembangunan bukan hanya dalam bentuk infrastruktur, namun juga pembangunan manusia sebagai barometer keberhasilan pembangunan sebuah pemerintahan.

MBG sebagai Investasi Pembangunan Manusia dan Ekonomi

Program MBG dalam hal ini merupakan program yang menjawab semua poin dalam Human Development Index atau indeks pembangunan manusia, yaitu Kesehatan, Pendidikan, dan standar hidup layak (ekonomi). Sehingga, menurut GMNI, program tersebut mestinya terus dipertahankan dalam jangka panjang hingga mampu memajukan bangsa ini di masa depan.

  Dari sisi Ekonomi, menurut Riyan, hal ini merupakan program yang sangat menunjang ekonomi jangka panjang. Program ini memberikan multiplayer effect dalam rantai ekonomi di masyarakat.

Dampak ekonomi langsung menyentuh ke para pedagang di pasar. Sehingga hal ini menjadi ciri ekonomi kerakyatan yang tidak mengedepankan pragmatisme ekonomi saja.

  Dari data ekonom Universitas Indonesia, efek MBG pada Sektor Pertanian tumbuh 5,33%, sehingga DPP GMNI juga menganggap bahwa program MBG akan menjadikan sektor pertanian sebagai sektor yang menarik bagi para pemuda yang selama ini menganggap sektor tersebut kurang menarik untuk menjadi sumber pendapatan. Belum lagi dengan terbukanya jutaan lapangan kerja yang terserap langsung dalam program MBG tersebut, mengindikasikan bahwa program itu memiliki potensi kebermanfaatan langsung bagi ekonomi masyarakat, bukan hanya para pemilik modal saja.

MBG, Bonus Demografi, dan Cita-cita Indonesia Emas

“Kita juga tidak boleh melupakan bahwa Indonesia akan memasuki era bonus demografi yang akan mencapai puncaknya. Dimana ketika kita tidak menyiapkan usia produktif yang produktivitasnya baik, maka akan menyebabkan bencana, bukan keuntungan. Sehingga program MBG turut menjadi pendukung human capital, dimana sumber daya manusianya mampu produktif di puncak bonus demografi dan Indonesia Emas menjadi cita-cita yang akan tercapai,” kata Riyan.

Baca juga :  DPP GMNI Desak Kekerasan Terhadap Pelajar di Tual Diusut Tuntas

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttp://energijuangnews.com
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments