Energi Juang News, Gorontalo– Warga Gorontalo dibuat heboh setelah sebuah video yang memperlihatkan kemunculan paus biru raksasa di perairan Teluk Tomini viral di media sosial. Mamalia laut yang dikenal langka dan dilindungi ini terlihat berenang di wilayah Kabupaten Bone Bolango.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (7/4) sekitar pukul 11.56 Wita, tepatnya di perairan Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone. Video yang beredar direkam menggunakan kamera drone dari udara, sehingga memperlihatkan ukuran paus secara jelas.
“Iya, kemarin saya yang video saya rekam pakai kamera drone paus biru panjang 18 sampai 20 meter,” ujar warga Botubarani Erwin Latif, Selasa (7/4/2026).
Kemunculan Dekat Kawasan Wisata Hiu Paus
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bone Bolango, Zulkarnain Sahi, menjelaskan bahwa paus tersebut terlihat melintas di perairan yang tidak jauh dari kawasan wisata Hiu Paus Botubarani.
Ia menyebut, kemunculan hewan laut berukuran besar ini langsung menarik perhatian warga sekitar. Beberapa di antaranya bahkan berinisiatif menerbangkan drone untuk mengabadikan momen langka tersebut dari udara.
Diduga Melintas dari Laut Sulawesi
Zulkarnain menduga paus biru tersebut datang dari Laut Sulawesi sebelum akhirnya memasuki wilayah Teluk Tomini. Fenomena ini, menurutnya, bukan yang pertama kali terjadi di kawasan Bone Bolango.
Meski begitu, kemunculan paus biru tetap menjadi peristiwa yang jarang dan menarik perhatian, mengingat statusnya sebagai satwa yang dilindungi dan terancam punah.
Ciri Fisik Paus Biru yang Terekam
Dalam rekaman video, paus tersebut terlihat memiliki tubuh panjang dengan bentuk agak meruncing di bagian depan. Kulitnya tampak kasar dengan warna dominan biru kecokelatan, disertai corak abu-abu kebiruan berbintik.
“Bentuknya itu memanjang lonjong di depan baru kulitnya itu agak kasar dia mirip sejenis Dugong mirip juga kaya Lumba-lumba. ini paus biru agak runcing dan memanjang bentuknya itu. Warna dominan paus biru ini agak biru kecokelatan, ada abu-abu kebiruan berbintik-bintik,” pungkasnya.
Redaksi Energi Juang News



