Energi Juang News, Jakarta – Kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran langsung mengguncang perhatian dunia. Langkah ini dinilai mampu meredakan konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari, meski hanya bersifat sementara.
Selain itu, hasil investigasi awal terkait serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon turut menjadi sorotan internasional.
Fakta Gencatan Senjata AS dan Iran
Amerika Serikat dan Iran akhirnya sepakat menghentikan pertempuran setelah lebih dari satu bulan terlibat konflik terbuka sejak 28 Februari.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan tersebut pada Selasa (7/4). Keputusan itu muncul setelah ia menunda rencana serangan terhadap fasilitas energi Iran, menyusul penutupan Selat Hormuz.
Langkah ini memicu berbagai spekulasi, termasuk tekanan politik yang disebut-sebut memengaruhi keputusan Washington.
Israel Terkejut, Netanyahu Buka Suara
Keputusan mendadak ini mengejutkan Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pun segera merespons kebijakan tersebut pada Rabu (8/4).
Kantor Netanyahu menyatakan bahwa Israel tetap mendukung langkah Presiden AS Donald Trump dalam menyepakati gencatan senjata dengan Iran.
Baca juga : Trump Terancam Dimakzulkan Usai Serang Iran Tanpa Izin Kongres
Namun sebelumnya, Israel dilaporkan tidak mendapat informasi awal terkait kesepakatan tersebut. Bahkan, Trump disebut turut menyetujui 10 poin tuntutan yang diajukan Iran dalam perundingan itu.
PBB Ungkap Fakta Serangan ke Pasukan UNIFIL
Di tengah meredanya konflik, perhatian dunia juga tertuju pada insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) pada 29-30 Maret.
Dalam konferensi pers di Markas PBB, New York, Selasa (7/4), juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric memaparkan hasil investigasi awal terkait serangan tersebut.
“Terkait insiden 29 Maret, berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi dampak dan khususnya fragmen proyektil yang ditemukan di posisi Perserikatan Bangsa-Bangsa 7-1, proyektil tersebut adalah peluru utama tank kaliber 120 mm, yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur, menuju Ett Taibe,” kata Dujarric.
Temuan ini memperkuat dugaan keterlibatan militer Israel dalam insiden yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian tersebut.
Redaksi Energi Juang News



