Energi Juang News, Serang- Puluhan siswa di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka mengeluhkan gejala serupa, mulai dari mual hingga diare, dan sebagian harus mendapat penanganan medis.
Kepala Puskesmas Padarincang, Uni Suhuda, mengatakan total ada 32 siswa yang datang untuk berobat. Mayoritas merupakan pelajar dari SMAN 1 Padarincang.
Puluhan Siswa Datangi Puskesmas
Uni menjelaskan para siswa mulai berdatangan ke puskesmas sejak Rabu (20/5/2026) hingga Sabtu (23/5/2026). Mereka datang setelah mengalami keluhan seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare.
“Total sebanyak 32 siswa yang datang ke puskesmas kami. Rata-rata mereka dari SMAN 1 Padarincang,” ujar Uni, Minggu (24/5/2026).
Petugas medis kemudian melakukan observasi terhadap para siswa. Sebagian pasien mendapat cairan infus, sementara lainnya cukup diberikan obat dan diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik.
“Keluhannya hampir sama, yaitu mual, muntah, sakit perut, dan diare,” katanya.
Dua Siswa Dirujuk ke Rumah Sakit
Dari puluhan siswa tersebut, dua orang harus dirujuk ke rumah sakit karena membutuhkan penanganan lanjutan. Satu siswa dirawat di RS Bhayangkara dan satu lainnya di RS Arafiq.
Menurut Uni, keputusan rujukan dilakukan setelah tim medis melakukan observasi terhadap kondisi pasien.
“Ada dua pasien yang memerlukan penanganan lebih lanjut sehingga kami rujuk ke rumah sakit,” ujarnya.
Puskesmas Minta Warga Segera Melapor
Hingga kini, Puskesmas Padarincang belum menerima laporan serupa dari kelompok masyarakat rentan, termasuk ibu hamil. Meski begitu, pihak puskesmas meminta warga segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang sama.
Uni mengimbau masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan jika merasakan tanda-tanda dugaan keracunan makanan.
“Kami minta masyarakat, terutama kelompok rentan, segera melapor ke puskesmas atau rumah sakit apabila mengalami keluhan,” katanya.
Redaksi Energi Juang News



