Surabaya, Energi Juang News– Mantan pengurus Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Surabaya melecehkan atletnya sendiri berinisial DS (15). Korban dilecehkan oleh pelaku berinisial berinisial JL itu hingga 6 kali.
Paman korban berinisial E mengatakan korban dan pelaku diketahui pertama kali kenal pada akhir 2024 atau awal tahun 2025. Saat itu korban mulai latihan menembak dengan diantar orang tuanya.
Namun karena ada kendala, orang tua korban lantas menitipkan kepada pelaku selaku pelatih untuk mendampingi bahkan mengantar hingga pulang. Namun kepercayaan itu ternyata disalahgunakan oleh pelaku dengan melakukan pelecehan.
“Hal ini terjadi sampai enam kali. Yang pertama itu di lingkup lapangan Perbakin, lapangan tembak berupa hukuman, gelitik. Lambat laun hukuman gelitik itu jadi terbiasa dan meranah ke pegang-pegang,” kata E kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, pelecehan pertama terjadi sebelum Ramadan 2026 di lingkungan lapangan tembak. Dugaan tindakan pelecehan pertama dilakukan di dalam ruangan di tempat latihan. Kemudian, korban melakukan kesalahan lagi karena mag dan mendapat hukuman lagi di mobil.
Hingga akhirnya yang terakhir dibawa ke hotel. Pelaku melakukan aksi bejatnya, namun korban mengaku tidak sampai disetubuhi oleh pelaku.
Redaksi Energi Juang News



