Rabu, Juli 29, 2026
spot_img
BerandaHukumPara Pelaku Pelemparan Pria dari Lantai Dua Hingga Tewas Ditangkap Polisi

Para Pelaku Pelemparan Pria dari Lantai Dua Hingga Tewas Ditangkap Polisi

Jakarta, Energi Juang NewsPolisi menangkap tiga pelaku pengeroyokan pria di Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Pengeroyokan tersebut menyebabkan seorang pria berinisial DM (29) meninggal dunia.

Para pelaku sebelumnya mengeroyok korban di sebuah tempat biliar pada Minggu, 10 Mei 2026. Mereka kemudian mendorong korban dari lantai dua gedung tersebut.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius dan koma. Korban meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama empat hari di rumah sakit pada Kamis, 14 Mei 2026.

Polisi akhirnya mengungkap kasus tersebut setelah melakukan penyelidikan selama lebih dari satu bulan.

Polisi Tangkap Tiga Pelaku Pengeroyokan

Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan mengatakan polisi telah menangkap tiga pelaku. Mereka masing-masing berinisial NA, AE, dan MLS.

“Kami baru saja berhasil mengamankan para pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, yang terjadi di Weston Grogol pada 10 Mei lalu,” kata Alexander, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurut Alexander, dua dari tiga pelaku masih berstatus anak di bawah umur. Sementara itu, satu pelaku lainnya merupakan orang dewasa.

Polisi menangkap para pelaku di beberapa lokasi berbeda. Petugas menangkap mereka di wilayah Jakarta Barat dan Rangkasbitung, Banten.

Selain itu, keluarga menyerahkan salah satu pelaku kepada polisi.

Dalam penyelidikan kasus pengeroyokan pria di Grogol tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Barang bukti itu berupa rekaman kamera pengawas atau CCTV dan pakaian para pelaku.

“Barang bukti yang berhasil kami amankan di antaranya rekaman CCTV di lokasi kejadian serta pakaian yang dikenakan para pelaku,” jelas Alexander.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 262 ayat (4) KUHP. Pasal tersebut mengatur tindak pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Baca juga :  Mangkir Dari Panggilan Kejagung, Orang Ini Akan Masuk DPO

Pengeroyokan Dipicu Perselisihan Asmara

Alexander menjelaskan bahwa persoalan asmara memicu pengeroyokan tersebut. Keributan bermula ketika korban datang ke tempat biliar bersama pacarnya.

Pada saat itu, korban dan kelompok pelaku sedang mengonsumsi minuman keras. Kemudian, pacar korban terlibat masalah dengan seorang perempuan dari kelompok pelaku.

Korban merasa tidak terima karena pacarnya mendapat gangguan. Ia kemudian terlibat cekcok dengan kelompok tersebut.

“Sebenarnya itu konflik kecemburuan atau asmara,” kata Alexander.

Berdasarkan keterangan pacar korban berinisial M, korban sempat memiting salah seorang pelaku berinisial A. Tindakan itu membuat teman-teman pelaku berusaha membantunya.

“Keributan terjadi karena korban tidak terima pacarnya diganggu oleh perempuan yang merupakan teman Saudara A,” ujar Alexander.

Perselisihan berlanjut ketika mereka berada di area tangga. Korban tetap memiting A meskipun beberapa orang berusaha memisahkan mereka.

Para pelaku kemudian memukul korban secara bersama-sama. Salah seorang pelaku juga memecahkan kaca sebelum mendorong korban dari lantai dua.

“Setelah berusaha membantu, tetapi korban tetap membawa A, terjadi serangan berupa pemukulan terhadap korban,” ujar Alexander.

Polisi menyatakan para pelaku sengaja mendorong korban hingga terjatuh. Petugas kemudian membawa korban ke rumah sakit dalam kondisi luka berat.

Korban mengalami koma selama empat hari. Namun, tim medis akhirnya menyatakan korban meninggal dunia akibat luka yang dialaminya.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments