Energi Juang News, Jakarta- Peta internal Partai Buruh kembali mengalami perubahan setelah salah satu petingginya memutuskan mengakhiri keanggotaan. Di tengah dinamika tersebut, pimpinan partai memastikan roda organisasi tetap berjalan sesuai agenda yang telah ditetapkan.
Sekjen Partai Buruh dan ORI Resmi Mengundurkan Diri
Sekretaris Jenderal Partai Buruh Ferri Nuzarli menyatakan mundur dari kepengurusan partai bersama sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI). Keputusan itu diumumkan setelah melalui evaluasi panjang terkait perbedaan pandangan mengenai arah perjuangan organisasi.
“Keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar,” kata Ferri, Senin (29/6/2026).
Ferri menjelaskan ORI merupakan sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani. Organisasi tersebut berdiri pada 2013 dan menjadi salah satu dari 11 organisasi yang menggagas berdirinya Partai Buruh pada Kongres I Oktober 2021.
Menurut Ferri, pengunduran diri sekitar 1,3 juta anggota ORI mulai berlaku sejak Jumat (26/6/2026). Ia menegaskan keputusan tersebut diambil secara sadar dan bertanggung jawab.
Meski memilih berpisah, Ferri menegaskan hubungan ORI dengan Partai Buruh tetap dijaga dengan baik. Ia juga menginstruksikan seluruh kader ORI dan KSPSI Andi Gani yang menduduki jabatan struktural di Partai Buruh agar segera mengajukan surat pengunduran diri secara administratif.
Instruksi itu berlaku bagi pengurus di tingkat pusat hingga kecamatan yang tersebar di berbagai daerah, seperti Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Ferri Sebut Persoalan Internal Sudah Lama Terjadi
Ferri mengibaratkan hubungan ORI dengan Partai Buruh seperti rumah tangga yang menghadapi persoalan berkepanjangan. Menurutnya, berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan telah dilakukan, tetapi tidak menghasilkan kesepakatan.
“Masalah internal sebenarnya sudah lama kami coba selesaikan secara kekeluargaan. Namun persoalannya terus bertambah hingga akhirnya, berdasarkan evaluasi dan masukan dari seluruh daerah, kami memutuskan cukup sampai di sini,” ujarnya.
Ia juga mengklaim ORI bersama KSPSI merupakan organisasi inisiator terbesar di Partai Buruh. Karena itu, Ferri menilai dampak pengunduran diri tersebut akan cukup besar.
Saat ditanya mengenai besarnya pengaruh terhadap partai, Ferri menjawab, “Kalau ditanya berapa persen pengaruhnya, ya otomatis separuhnya.”
Selain itu, Ferri mengatakan Presiden Partai Buruh Said Iqbal telah mengetahui rencana pengunduran dirinya sejak Kamis (25/6/2026) malam.
Said Iqbal: Partai Buruh Tetap Solid
Presiden Partai Buruh Said Iqbal menilai pengunduran diri sejumlah kader merupakan dinamika yang lazim terjadi dalam sebuah partai politik. Ia enggan menanggapi klaim mengenai 1,3 juta anggota ORI yang disebut ikut meninggalkan Partai Buruh.
“Terhadap klaim sahabat saya tersebut, saya tidak ada komentar apalagi tentang anggota 1,3 juta tersebut. Terhadap hal lainnya, adalah hal yang biasa di Partai Buruh kalau ada yang mengundurkan diri karena ini bukan kejadian yang pertama kalinya,” ujar Said Iqbal.
Ia memastikan kondisi internal Partai Buruh tetap solid. Menurutnya, aktivitas organisasi tetap berjalan, termasuk agenda pelantikan pengurus pleno tingkat pusat serta pengurus di 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota pada Senin (29/6/2026).
Said Iqbal menegaskan pengunduran diri Ferri Nuzarli dan sejumlah kader tidak memengaruhi konsolidasi maupun agenda organisasi Partai Buruh.
Redaksi Energi Juang News



