Senin, Mei 25, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 5

PDIP dan Politik Oposisi

PDIP dan Politik Oposisi

Dalam sistem demokrasi multipartai, eksistensi oposisi dan koalisi merupakan dua pilar fundamental yang saling melengkapi. Koalisi berfungsi membangun stabilitas pemerintahan, sementara oposisi berperan sebagai mekanisme check and balances untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan. Keputusan PDI Perjuangan (PDIP) untuk berada di luar pemerintahan Prabowo Subianto patut diapresiasi sebagai langkah berani yang memperkuat arsitektur demokrasi Indonesia, meskipun catatan kritis mengenai efektivitasnya tetap perlu dikaji.

Apresiasi atas Pilihan Konstitusional PDIP

Di tengah kecenderungan politik Indonesia yang melahirkan “koalisi gemuk” hampir seluruh partai parlemen memilih bergabung dengan pemerintah PDIP mengambil posisi yang tidak populer. Presiden Prabowo sendiri secara terbuka mengapresiasi langkah ini. Dalam pidatonya di DPR RI pada 20 Mei 2026, beliau menyampaikan terima kasih kepada PDIP yang “berkorban” berada di luar pemerintahan demi menjaga fungsi pengawasan, meskipun kritik yang dilontarkan kerap terasa “pedas” .

Pengakuan dari kepala eksekutif ini penting secara simbolik karena menunjukkan bahwa dalam demokrasi yang matang, oposisi tidak diposisikan sebagai musuh, melainkan sebagai mitra kritis. Lebih lanjut, Prabowo mencontohkan bagaimana ia menerima langsung prinsip etika politik dari Megawati Soekarnoputri: bahwa pemenang tender yang sah, apa pun latar belakang politiknya, tidak boleh diganggu. Prinsip ini kini ia terapkan sebagai presiden . Hal ini menunjukkan bahwa budaya politik yang diwariskan PDIP justru sejalan dengan tata kelola pemerintahan yang profesional.

Tantangan Efektivitas Oposisi PDIP

Meskipun patut diapresiasi, pertanyaan mengenai sejauh mana PDIP benar-benar maksimal dalam menjalankan fungsi oposisi. Menjadi oposisi secara struktural berbeda dengan menjadi oposisi yang substantif. Fungsi oposisi idealnya mencakup tiga hal: mengkritisi kebijakan pemerintah secara sistematis, menawarkan alternatif kebijakan (counter-policy), dan melakukan pendidikan politik kepada publik.

Dari sisi kinerja pemerintah, data menunjukkan tingkat kepuasan publik yang tinggi. Survei Pusat Riset Indonesia (PRI) per Oktober 2025 mencatat kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 82,44 persen . Angka ini dapat dibaca dari dua sisi. Di satu sisi, ini menandakan bahwa program-program pemerintah berjalan baik. Namun di sisi lain, tingginya kepuasan publik justru menjadi tantangan tersendiri bagi oposisi karena basis kritisnya tidak didukung oleh ketidakpuasan massa yang signifikan.

Tantangan lain muncul dari persepsi publik. Survei Litbang Kompas awal 2025 menunjukkan bahwa tingkat citra positif PDIP hanya 56,3 persen, terendah di antara partai-partai parlemen . Fenomena ini mengindikasikan adanya gap antara keberanian mengambil posisi oposisi dengan kemampuan mengomunikasikan keberanian tersebut secara efektif ke publik. Apakah publik belum sepenuhnya memahami peran oposisi, ataukah artikulasi kebijakan alternatif dari PDIP masih belum cukup kuat?

Oposisi sebagai Penjaga Stabilitas Jangka Panjang

Dari perspektif ilmu politik, keberadaan oposisi justru berkontribusi pada stabilitas demokrasi jangka panjang. Tanpa oposisi, kekuasaan cenderung mengalami rent-seeking behavior dan korupsi karena tidak ada pengawasan yang independen. Prabowo sendiri menyadari hal ini dengan menyatakan bahwa memiliki oposisi memang “tidak enak” bagi presiden, tetapi “sangat baik” untuk demokrasi .

Oleh karena itu, apresiasi terhadap PDIP tidak berarti mengabaikan catatan kritis. Rakyat dan akademisi seharusnya mendorong PDIP untuk secara bertahap meningkatkan kualitas pengawasannya: dari sekadar mengkritik kebijanaan, menjadi menyusun naskah akademik kebijakan alternatif yang dapat dijadikan rujukan publik. Selain itu, media massa dan lembaga survei juga perlu berperan aktif dalam memberikan ruang yang proporsional bagi suara oposisi.

PDIP layak diapresiasi karena telah mengambil risiko politik demi menjaga keseimbangan demokrasi di era pemerintahan Prabowo. Keberanian ini adalah fondasi penting bagi sistem checks and balances di Indonesia. Namun, apresiasi ini harus disertai dengan harapan dan dorongan agar oposisi yang dijalankan semakin substantif, bukan sekadar seremonial. Pada akhirnya, kesehatan demokrasi Indonesia bergantung pada keseimbangan antara kekuasaan yang efektif dan pengawasan yang kritis. Dan dalam hal ini, PDIP telah memulai langkah yang benar.

Oleh: Esteria Tamba
(Penulis, Mahasiswa)

“Homeless Media”: Demokrasi Digital dan Mesin Propaganda Baru

“Homeless Media”: Demokrasi Digital dan Mesin Propaganda Baru

Di era disrupsi digital, sebuah entitas baru merangsek panggung utama jurnalisme: “Homeless Media”. Mereka adalah media tanpa “rumah” institusional seperti kantor redaksi formal, hidup dan berkembang biak di ekosistem media sosial seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan podcast. Fenomena ini bukan sekadar tren, melainkan pergeseran fundamental dalam lanskap komunikasi global, dari dominasi television war pada Perang Irak menuju algorithm war pada konflik Iran-AS 2026, di mana opini publik lebih banyak dibentuk oleh podcaster seperti Tucker Carlson atau Ben Shapiro daripada analis di newsroom tradisional.

Definisi dan Data: Ekosistem yang Cair dan Rentan

Secara akademik, “Homeless Media” adalah entitas informasi digital yang beroperasi tanpa kepemilikan platform sendiri dan tidak terikat oleh struktur kelembagaan pers yang baku . Di Indonesia, fenomena ini memiliki akar yang berbeda dari Barat. Jika di AS banyak lahir dari jurnalis profesional yang “hijrah”, di sini homeless media lebih dominan tumbuh dari kultur creator economy dan komunitas, tidak selalu membawa “DNA” jurnalisme seperti verifikasi dan kode etik.

Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025 menunjukkan penetrasi internet telah melampaui 79 persen populasi, dengan generasi Z dan milenial menjadikan media sosial sebagai pintu utama informasi . Sebuah survei oleh Maverick Indonesia (2022) bahkan mengonfirmasi bahwa Gen Z lebih memilih homeless media sebagai sumber berita. Namun, kekuatan ini dibayangi kerentanan struktural. Studi Remotivi (2024) dan pernyataan Direktur SAFEnet, Nenden Sekar Arum, menyebut bahwa mayoritas homeless media tidak terdaftar secara legal, sehingga mereka berada di “zona abu-abu” hukum tidak mendapat perlindungan UU Pers, namun rentan terhadap kriminalisasi melalui UU ITE .

Analisis Kritis: Kooptasi Negara dan “Manufacturing Consent”

Tantangan paling serius dari fenomena ini adalah potensi kooptasi oleh kekuasaan. Teori “Manufacturing Consent” (Edward Herman & Noam Chomsky) relevan untuk membedah strategi komunikasi modern. Jika di era Orde Baru negara mengendalikan media dengan sensor dan SIUPP, di era platform, kontrol bekerja lebih halus melalui kedekatan dan insentif ekonomi.

Faktanya, pada Mei 2026, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) secara kontroversial melibatkan akun seperti Dagelan dan Bapak2ID dalam konferensi pers Istana, menyebut mereka sebagai “mitra” . Langkah ini dibenarkan oleh Kepala Bakom sebagai adaptasi terhadap pola komunikasi abad ke-21 yang horizontal. Namun, sikap ini dikritik oleh pengamat politik Wijayanto (LP3ES) sebagai kelanjutan praktik manufacturing consent usaha memanufaktur dukungan publik melalui influencerbuzzer, dan akun robot yang telah terjadi sejak era kepemimpinan sebelumnya.

Logikanya sederhana: jika jurnalisme arus utama (yang terikat verifikasi dan cover both sides) membutuhkan biaya besar untuk investigasi, maka homeless media yang hanya mendaur ulang berita tanpa biaya produksi tinggi sangat mudah “dibelokkan” tujuannya. Ketika negara memberikan akses eksklusif atau insentif finansial, independensi konten kreator tersebut terancam luntur, berubah dari fungsi kontrol sosial menjadi corong publikasi kebijakan.

Kesenjangan Tata Kelola dan Masa Depan Demokrasi

Ketimpangan antara media arus utama dan homeless media menciptakan unfair competition. Media konvensional terikat oleh UU No. 40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik, serta diawasi ketat oleh Dewan Pers. Sebaliknya, banyak homeless media beroperasi tanpa mekanisme koreksi atau pemisahan tegas antara konten editorial dan iklan .

Wakil Ketua Umum AMSI, Suwarjono, menyoroti bahwa tanpa insentif bagi media tradisional yang melakukan kerja jurnalistik berat, ekosistem informasi akan kehilangan “bahan baku”. Wahyutama (Universitas Paramadina) menegaskan bahwa homeless media efektif untuk raising awareness, tetapi tidak cukup untuk membangun in-depth knowledge karena minim verifikasi. Jika rantai pertama informasi (investigasi) mati karena tidak menguntungkan, maka homeless media akan kehilangan sumber konten, dan demokrasi kehilangan penjaganya.

“Homeless Media” adalah pisau bermata dua. Di satu sisi, ia mendemokratisasi akses publik dan memberikan suara pada komunitas yang terpinggirkan. Namun, di sisi lain, tanpa pagar etik dan perlindungan hukum yang jelas, ia sangat rentan menjadi alat “otoritarianisme digital” . Pemerintah tidak perlu melarang, tetapi juga tidak cukup hanya merangkul. Yang dibutuhkan adalah regulasi adaptif yang memastikan kebebasan pers tetap terjaga sekaligus mewajibkan standar akuntabilitas publik bagi siapa pun yang menjalankan fungsi jurnalistik, tanpa memandang apakah mereka memiliki “rumah” fisik atau tidak.

 

Oleh: Esteria Tamba
(Penulis, Mahasiswa)

Redaksi Energi Juang News

Respons Dunia Menguat Usai Video Aktivis Flotilla Viral

Respons Dunia Menguat Usai Video Aktivis Flotilla Viral

Energi Juang News, Jakarta- Rekaman yang diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memicu kecaman dari berbagai negara. Video tersebut memperlihatkan para aktivis Global Sumud Flotilla dalam kondisi berlutut, tangan terikat, dan dahi menempel ke lantai setelah ditahan aparat Israel.

Dalam video yang beredar di media sosial X, Ben-Gvir menuliskan kalimat “Selamat datang di Israel”. Lagu kebangsaan Israel terdengar diputar saat para aktivis berada dalam posisi tersebut. Beberapa di antaranya tampak masih memegang paspor.

Sejumlah Negara Panggil Dubes Israel

Dilansir Al Jazeera, Rabu (20/5/2026), sejumlah negara langsung bereaksi atas perlakuan terhadap para aktivis armada kemanusiaan menuju Gaza itu. Italia, Prancis, Belanda, hingga Kanada memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes resmi.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menilai rekaman tersebut tidak dapat diterima. Ia menyebut perlakuan terhadap para aktivis, termasuk warga negara Italia, telah melanggar martabat manusia.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot juga mengecam tindakan itu. Ia meminta warga negara Prancis yang ditahan segera dibebaskan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menyebut insiden tersebut sangat mengkhawatirkan. Pemerintah Kanada, kata dia, menangani persoalan itu secara serius dan mendesak.

Belanda hingga Korea Selatan Ikut Mengecam

Belanda turut memanggil duta besar Israel setelah Menteri Luar Negeri Tom Berendsen menyatakan perlakuan terhadap tahanan melanggar nilai kemanusiaan.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan beberapa warganya berada di antara para aktivis yang ditahan. Ia mempertanyakan dasar hukum tindakan Israel terhadap kapal yang berada di luar wilayah teritorialnya.

“Apa dasar hukumnya? Apakah itu perairan teritorial Israel?” ujar Lee.

Ia juga mempertanyakan kewenangan Israel menyita dan menahan kapal dari negara ketiga di tengah konflik yang berlangsung.

Kementerian Luar Negeri Portugal mengecam keras tindakan yang disebut tidak dapat ditoleransi. Sikap serupa datang dari Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares yang menyebut perlakuan terhadap aktivis sebagai tindakan mengerikan.

Menteri Kehakiman Irlandia Helen McEntee mengaku terkejut melihat rekaman tersebut dan meminta para aktivis segera dibebaskan.

430 Aktivis Ditahan Israel

Total 430 aktivis Global Sumud Flotilla ditangkap tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza. Seluruh aktivis kemudian dibawa ke Israel untuk menjalani penahanan.

Di antara mereka terdapat sejumlah warga negara asing, termasuk warga negara Indonesia yang ikut dalam pelayaran tersebut.

Redaksi Energi Juang News

Gempa Pangandaran M 4,7 Terasa hingga Garut

Gempa Pangandaran M 4,7 Terasa hingga Garut

Energi Juang News, Bandung- Pagi hari di wilayah selatan Jawa Barat dikejutkan oleh getaran gempa yang dirasakan warga di sejumlah daerah. Sejumlah warga sempat keluar rumah karena khawatir terjadi gempa susulan, meski kondisi laut tetap terpantau normal.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada Kamis, 21 Mei 2026, pukul 04.45 WIB. Getaran dirasakan di Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Garut, hingga Ciamis.

Warga Panik Keluar Rumah

Gempa awalnya dilaporkan berkekuatan magnitudo 4,6. Namun setelah pemutakhiran data, BMKG memperbarui kekuatannya menjadi magnitudo 4,7.

Pusat gempa berada di laut, sekitar 68 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Gempa terjadi pada kedalaman 21 kilometer.

Andik Sutikno, warga Kecamatan Parigi, Pangandaran, mengatakan getaran terasa cukup kuat hingga membuat warga panik. Sebagian tetangga bergegas keluar rumah sambil membawa anak-anak mereka.

“Warga sempat takut karena pernah ada kejadian gempa sebelumnya. Setelah situasi tenang, kami kembali masuk rumah dan melihat kondisi laut tetap normal,” ujar Andik, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka di lingkungan tempat tinggalnya.

BPBD Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Azis Riswandi, menyebut gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Menurut dia, relawan BPBD masih melakukan pengecekan di sejumlah titik yang merasakan getaran, terutama di wilayah Kecamatan Cipatujah, Tasikmalaya.

“Hingga sekarang belum ada laporan kerusakan rumah akibat gempa yang dirasakan masyarakat,” kata Abdul Azis.

Ia menambahkan kondisi gelombang laut di wilayah pesisir selatan Tasikmalaya masih normal pascagempa.

BMKG Sebut Dipicu Aktivitas Sesar Dasar Laut

BMKG menjelaskan gempa yang terjadi termasuk kategori gempa dangkal. Peristiwa itu dipicu aktivitas sesar aktif di dasar laut.

Berdasarkan laporan masyarakat, getaran dirasakan dengan intensitas III MMI di Tasikmalaya dan Garut. Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk besar melintas.

Sementara di wilayah Ciamis, gempa dirasakan pada skala II hingga III MMI. Hingga kini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Redaksi Energi Juang News

Tiket Presale Westlife Jakarta 2027 Mulai Dijual Hari Ini

Tiket Presale Westlife Jakarta 2027 Mulai Dijual Hari Ini

Energi Juang News, Jakarta- Antusiasme penggemar musik internasional kembali meningkat jelang konser grup vokal asal Irlandia, Westlife, di Jakarta. Penjualan tiket tahap presale resmi dibuka hari ini, Kamis, 21 Mei 2026, mulai pukul 10.00 WIB secara online.

Konser bertajuk “The Anniversary World Tour” itu akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 23 Januari 2027. Promotor Sound Rhythm menyediakan beberapa kategori tiket, termasuk paket VIP dengan sejumlah fasilitas eksklusif.

Daftar Harga Tiket Konser Westlife Jakarta 2027

Promotor membagi tiket konser ke dalam enam kategori reguler dan satu paket VIP. Berikut rincian harganya:

  • VIP Package: Rp 2.750.000
  • CAT 1 (A-B): Rp 2.500.000
  • CAT 2 (A-B): Rp 2.250.000
  • CAT 3 (A-B): Rp 1.850.000
  • CAT 4 (A-B): Rp 1.450.000
  • CAT 5 (A-B): Rp 1.250.000
  • CAT 6 (A-B): Rp 850.000

Harga tersebut belum termasuk pajak pemerintah, biaya platform, serta biaya layanan tambahan lainnya.

Untuk pembeli VIP Package, promotor menyiapkan sejumlah keuntungan khusus. Benefit itu meliputi tiket duduk VIP, merchandise edisi terbatas, akses khusus pembelian merchandise, photocard eksklusif, hingga laminate VIP resmi.

Cara Beli Tiket Presale Westlife Jakarta 2027

Pembelian tiket presale dilakukan melalui situs resmi konser. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka situs resmi penjualan tiket di westlifestadiumshowjkt.com
  2. Scroll ke bawah lalu pilih menu “Presale”
  3. Klik tombol “Join the Queue”
  4. Masuk ke halaman waiting room dan tunggu antrean berjalan
  5. Pilih kategori tiket serta jumlah tiket yang diinginkan
  6. Masukkan Unique Code yang diterima sebelumnya
  7. Klik “Pesan Sekarang”
  8. Isi data diri sesuai akun Loket X dalam waktu maksimal lima menit
  9. Pilih metode pembayaran yang tersedia
  10. Periksa kembali detail pesanan lalu klik “Bayar Sekarang”
  11. Pembayaran wajib diselesaikan maksimal 15 menit setelah checkout

Setelah transaksi berhasil, pembeli akan menerima email Booking Confirmation dari Loket.com. Tiket juga dapat dicek melalui fitur “My Ticket” di aplikasi Loket X.

Redaksi Energi Juang News

Ditanya Soal Sumber Dana ‘Pesta Babi’, Ini Jawaban Dandhy

Jakarta, Energi Juang News- Sutradara Dandhy Laksono mengungkapkan sumber dana pembuatan ‘Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita’.

Dalam wawancara dengan sebuah media massa, Dandhy menyebut ada sumber dana yang digunakan dalam pembuatan film itu. Ia berseloroh, ia berhak hanya menjawab ‘pokoknya ada’ karena tidak memiliki tanggung jawab atas pajak yang dibayar masyarakat.

“Pokoknya ada. Saya berhak tuh ngomong ‘pokoknya ada’ karena saya enggak mempertanggungjawabkan pajak. Ya kan. Lebih bener kalau saya ngomong ‘pokoknya ada’. Itu sah,” ujarnya.

Ia justru mempertanyakan kenapa inisiatif yang dilakukan oleh masyarakat sipil justru lebih mudah dicurigai terkait asal-usul pendanaannya.

Padahal, menurut dia, hal serupa tidak terjadi terhadap asal-usul dana Pemilu oleh masing-masing kontestan Pilpres hingga dana Partai Politik untuk bisa membagikan sembako atau membuat konser besar.

“Orang justru lebih curious dengan inisiatif-inisiatif sipil seperti ini daripada dari mana sih duit capres untuk pemilu? Dari mana sih duit parpol bisa bagi-bagi sembako, bisa bikin konser gede? Dari mana sih duit jenderal-jenderal polisi dan tentara ketika dia mau promosi jabatan,” tuturnya.

Kendati demikian, Dandhy menekankan bahwa dalam karya jurnalistik, sangat penting untuk mengungkap dari mana sumber berita termasuk sumber pendanaannya.

Pasalnya lewat keterbukaan itu publik bisa menilai apakah karya jurnalistik itu independen atau tidak. Oleh karenanya, ia menyebut dalam karya Pesta Babi, publik bisa melihat dengan jelas pihak-pihak yang terlibat melalui logo di poster dan di film tersebut.

“Semua nama orangnya jelas, temen-temen bisa melihat logo-logo yang ada di poster film. Itulah para kolaborator. Jadi itulah lembaga-lembaga yang patungan untuk membiayai film ini,” jelasnya.

Ia juga menyebut seluruh kru yang terlibat dalam produksi film bekerja tanpa menerima bayaran. Termasuk dirinya sebagai sutradara, serta Cypri Paju Pale selaku produser hingga director of photography dan videografer.

“Saya sebagai sutradara, Bang Cypri sutradara, para produser, para director of photography, videografer, itu enggak ada yang dibayar,” katanya.

Dandhy mengatakan bentuk pendanaan yang dimaksud dalam film tersebut tidak sebatas nominal uang semata. Melainkan juga dalam bentuk alat ataupun tenaga.

“Jadi itulah urunannya dalam bentuk orang dan alat, bukan dalam bentuk duit. Temen-temen yang punya duit, dia nyumbang transport-nya gitu. Tapi enggak ada honor,” tuturnya.

“Jadi kami semua bener-bener mengerjakan ini dengan gotong royong, dengan patungan, dan kami percaya bahwa usaha ini justru akan lebih membuat filmnya passionate,” imbuhnya.

Sebelumnya Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mempertanyakan asal dana untuk pembuatan film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita.

“Sekarang permasalahannya, orang sampai membuat video, bagaimana ceritanya seperti ini segala macam, duitnya dari mana? Ya, coba aja, ya kan? Sampai datang ke sana, bikin video, terbang sini terbang sana, orang berduit lah,” kata dia.

 

Redaksi Energi Juang News

Saat Panjul Nyerah Menghadapi ‘Istri Tahan Bantingan’

Semalam tiga kali
Semalam tiga kali

Energi Juang News,Surabaya- Suami yang rosa-rosa macam Mbah Marijan, pasti nyerah menghadapi istri model begini, punya ‘istri tahan bantingan’.  Wanita itulah Mimin, 30, dari Surabaya. Bayangkan, dalam semalam dia minta “banting-bantingan” di ranjang sampai 3 kali..

Berbeda dengan wanita kebanyakan yang hobinya mengujungi supermarket, shoping sebagai rekreasi sekaligus untuk penyerapan “anggaran” dari suami. Sepanjang gaji suami gede atau sedang menjadi praktisi korupsi, itu tak menjadikan kebangkrutan ekonomi.

Lelaki paling malang se Surabaya mungkin hanyalah Panjul,32 warga Gayungan. Menikah baru 2 tahun lalu, kebahagiannya terenggut gara-gara terjadi revolusi mental diri istrinya.

Dulu Mimin itu terkenal sebagai wanita rumahan, jarang nangga (main ke rumah tetangga). Tapi belakangan, tak sekedar ke rumah tetangga, tapi juga ngelayap ke mana-mana. Bukan belanja atau pergi arisan, tapi jalan-jalan sama PIL-nya.

Awalnya dia ikut kegiatan senam pagi setiap Sabtu pagi di halaman kantor RW. Terus juga ikut terapi ini dan itu. Hasilnya, wowww…..! Bukan saja stamina tubuhnya meningkat, tapi gairah atau libidonya juga naik berlipat-lipat. Biasanya menikmati sentolop suami cukup dilakukan tiga kali seminggu sesendok makan, sekarang maunya tiap malam dan nambah sampai 2 kali.

Panjul yang cuman makan telor bebek satu biji dan ukuran sentolop pas pasan benar-benar kuwalahan. Istilah yang pas yaitu ‘kodok kalung kupat awak boyok sing gak kuwat’ (Katak berkalung ketupat,badan pinggang yang gak kuat ).

Sebagai pegawai bank yang kerja dari jam 07.00 hingga 18.00 setiap hari, benar-benar kehabisan energi setiap sampai di rumah. Tapi malamnya Mimin mengajak “banting-bantingan”, menuntut pelayanan purna ranjang secara sempurna. Ketika sekali saja sudah KO, Mimin justru menyindir, “Ganti saja namamu Mas, jangan Panjul, tapi Jul Keple….”

Keple atau kepleh, dalam bahasa Jawa artinya lemah. Sedikit kata-kata itu, tapi nama itu dirasa ‘sengak’ didengar bagi Panjul. Bagaimana mungkin ganti nama orang tanpa pakai slametan jenang abang-putih. Tapi karena yang menjuluki istri sendiri, Panjul mencoba memaklumi sekaligus memaafkan.

Belakangan tingkah polah Mimin mulai mencurigakan. Dia mulai gemar dandan, mematut diri. Alis yang sudah tepat pada tempatnya, dikerok dan ganti jalur agak ke atas, mentang-mentang tak perlu menggusur dan membayar ganti rugi. Baju-bajunya juga dikemas lebih seksi dan kekinian.

Seminggu lalu Panjul menemukan jawaban dari semua ini. Dia melihat dengan mata kepala sendiri, Mimin makan di mall dengan ditemani seorang lelaki, pakai suap-suapan segala. Di tempat umum saja begitu, apa lagi di tempat khusus, pasti lebih seru. “Mati aku…., hu hu…..”sesal Panjul kala itu.

Ya, mau nangis malu, lebih baik Panjul tak mau bikin gaduh di ranah publik. Dia pulang dan mengadu ke mertua. Ternyata mertua hanya pasrah, ibarat orang angkat barang, jika tak kuat ya letakkan saja. Merujuk kata mertua, beberapa hari lalu Panjul mendatangi kantor Pengadilan Agama untuk melakukan gugatan cerai.

Mestinya minum jamu dua kali dosis, takut jantung yang tak kuat!

Redaksi Energi Juang News

Prabowo Puji PDIP dan Megawati, Ini Kata Bos PPI

Jakarta, Energi Juang News- Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menanggapi pujian Presiden Prabowo Subianto kepada PDI Perjuangan (PDIP) dan Ketum PDIP Megawati ketika berpidato di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Adi Prayitno mengutarakan, pidato Prabowo menegaskan bahwa hubungan Prabowo dan Megawati baik-baik saja.

“Pertama, ini semakin menegaskan Prabowo punya hubungan baik dengan Megawati. Tidak seperti yang dibayangkan publik bahwa hubungan keduanya renggang. Buktinya, di momen penting saat pidato di depan DPR/MPR pun disampaikan secara terbuka,” jelas Adi kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, mazhab politik Prabowo adalah mazhab berkawanisme. Pesan politiknya dari pidato tersebut yakni Prabowo ingin merawat perkawanan dengan Megawati meski kini oposisi.

“(Makna) Kedua, Prabowo tidak lupa sejarah perkawanan dengan Megawati yang saat ini berada di luar kekuasaan. Mungkin selama PDIP berkuasa, dan Prabowo saat itu oposisi, Mega masih membantu perekonomian Prabowo. Biasanya pihak oposisi kerap dikucilkan, tapi Megawati memperlakukan Prabowo dengan baik,” ungkap Adi.

Adi memandang sikap Prabowo dan Megawati kepada pemenang proyek meski memiliki latar belakang partai oposisi sudah betul adanya. “Tapi aspek profesionalisme, kepantasan, dan kelayakan tanpa memandang posisi politik. Ini pandangan politik yang fair yang menjunjung tinggi profesionalisme di atas segalanya,” sambungnya.

Diketahui, saat berpidato di rapat paripurna DPR RI, di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), Prabowo mengaku dibantu oleh Megawati di bidang ekonomi. Prabowo mulanya menyampaikan pernah ada menteri yang meminta petunjuk kepada dirinya karena pihak yang berlatar belakang PDIP memenangi proyek.

Dia menyebut saat itu meminta menterinya tak mempersoalkan hal tersebut. “Kalau di pemerintah kan banyak fasilitas, tapi tanya, saya selalu katakan, menteri-menteri minta petunjuk, ‘Pak ini bagaimana, Pak, ada proyek, ada tender, tapi ini di belakangnya PDIP’, benar? Ayo, Menteri-menteri, benar kan? Tapi apa jawaban saya? Apa jawaban saya? Tidak ada masalah, kalau dia menang, dia menang saja, jangan kita lihat latar belakangnya,” kata Prabowo.

Dia mengaku melakukan itu lantaran Megawati pernah melakukan hal yang sama ketika berkuasa. Dia mengaku dibantu di bidang ekonomi oleh Megawati.

“Tenang saja, karena waktu saya nggak berkuasa, Ibu Mega juga bantu saya di bidang ekonomi. Nggak, saya mau terbuka, saya nggak berkuasa waktu itu, alias luntang-lantung lah, Ibu Megawati Soekarnoputri intervensi mengatakan ‘kalau memang Prabowo yang menang tender itu, jangan diganggu, diteruskan’. Saya sekarang ikuti contoh beliau,” ujar dia.

Di kesempatan yang sama, Prabowo juga mengucapkan terima kasih secara khusus ke PDIP yang memilih bekerja di luar pemerintahan. Hanya satu fraksi di DPR yang berada di luar koalisi, yakni PDIP, Prabowo menghargai posisi politik PDIP tersebut.

 

Redaksi Energi Juang News

Genre Musik yang Bikin Workout Makin Semangat

Musik For Sport
Musik For Sport

Energi Juang News,Jakarta- Ada satu hal yang sering dianggap sepele saat olahraga, padahal efeknya luar biasa besar: musik. Banyak orang baru sadar betapa beratnya treadmill, repetitifnya angkat beban, atau panjangnya sesi jogging ketika berolahraga tanpa earphone. Sebaliknya, begitu playlist favorit diputar, tubuh terasa bergerak lebih ringan dan mood ikut naik.

Genre musik untuk olahraga ternyata bukan cuma soal hiburan. Sejumlah penelitian terbaru membuktikan bahwa musik mampu meningkatkan performa latihan, memperpanjang durasi olahraga, hingga membantu tubuh terasa tidak cepat lelah. Dalam studi yang diterbitkan di jurnal PLOS One, musik disebut mampu mengalihkan fokus otak dari rasa lelah sehingga seseorang bisa berolahraga lebih lama tanpa sadar energinya terkuras.

Menariknya lagi, ritme lagu juga memengaruhi gerakan tubuh. Otak secara otomatis mengikuti tempo musik yang didengar. Inilah alasan mengapa lagu bertempo cepat sering membuat langkah kaki ikut lebih agresif, sementara musik santai membuat tubuh bergerak lebih tenang dan stabil.

Para peneliti menyebut tempo ideal untuk workout berada di kisaran 120 hingga 140 BPM (beats per minute). Tempo ini dianggap cukup efektif untuk menjaga semangat sekaligus konsistensi gerakan saat latihan.

Namun yang paling penting sebenarnya bukan sekadar cepat atau lambatnya lagu, melainkan kedekatan emosional seseorang dengan musik tersebut. Pelatih olahraga dan yoga profesional, Kenta Seki, menyebut musik favorit punya efek psikologis yang jauh lebih besar dibanding sekadar genre tertentu. Saat seseorang menyukai lagu yang diputar, motivasi olahraga biasanya meningkat secara alami.

Pada akhirnya, tidak ada satu formula mutlak soal musik workout terbaik. Sebagian orang merasa lebih fokus dengan EDM keras, sementara yang lain justru nyaman berolahraga ditemani lagu pop santai atau playlist lawas.

Bahkan yoga yang identik dengan ketenangan kini sering menggunakan musik pop, hip hop, hingga rock ringan untuk menciptakan suasana latihan yang lebih dinamis.

Yang terpenting adalah menemukan playlist yang membuat Anda ingin terus bergerak. Karena ketika musik sudah terasa menyenangkan, olahraga bukan lagi sekadar rutinitas melelahkan, melainkan pengalaman yang dinanti setiap hari.

Redaksi Energi Juang News

Teror Pocong Mengguncang Tangerang, Benarkah?

Tangerang, Energi Juang News- Teror ‘pocong’ mengguncang Tangerang. Dalam isu teror itu, disebutkan adanya pocong tipuan meneror warga di Kecamatan Rajeg, Tangerang, Banten.

Heboh isu teror ‘pocong’ itu pun ramai di media sosial. Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa aksi tersebut diduga menjadi modus perampokan rumah warga.

Narasi yang beredar menyatakan sosok menyerupai pocong itu bukan kejadian mistis, melainkan modus tindak kriminal. Pelaku diduga sengaja menyamar untuk menakuti penghuni rumah agar panik dan membuka pintu.

Setelah pintu dibuka, pelaku disebut akan melancarkan aksi kriminal seperti pencurian atau perampokan.

Polisi pun bergerak menindaklanjuti isu yang beredar tersebut. Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.

Ia juga meminta warga tidak mudah percaya serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Tingkatkan kewaspadaan, tetap tenang dan tidak panik, serta jangan mudah percaya pada informasi yang belum tervalidasi. Jangan menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya,” kata Indra, Selasa (19/5/2026).

Menurut dia, aksi yang menyerupai teror itu diduga sengaja dilakukan untuk menciptakan rasa takut di tengah masyarakat. Kondisi tersebut dikhawatirkan dimanfaatkan pelaku kriminal untuk melakukan aksi kejahatan saat situasi lingkungan tidak kondusif.

“Jangan sampai masyarakat merasa takut yang justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana seperti pencurian maupun perampokan,” katanya.

Polresta Tangerang mengecek lokasi yang disebut menjadi tempat munculnya teror pocong di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Polisi telah mengecek di sekitar lokasi dimaksud, tapi hasilnya nihil.

“Ya, sampai saat ini belum ditemukan. Kami masih melakukan pendalaman karena belum ada laporan resmi yang masuk atau disampaikan kepada pihak kepolisian terkait kejadian tersebut,” ujar Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Sandro Tree Bahara, Rabu (20/5).

Menurut Sandro, informasi mengenai teror pocong tersebut baru sebatas unggahan di media sosial dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Polisi juga masih mendalami motif di balik penyebaran informasi tersebut.

“Makanya masih kami dalami,” katanya.

Polisi turut melacak akun yang pertama kali mengunggah informasi mengenai dugaan teror pocong itu.

“Iya, akan kami telusuri. Perkembangan selanjutnya nanti akan kami sampaikan kembali,” ujarnya.

 

Redaksi Energi Juang News