Sabtu, April 18, 2026
spot_img
BerandaHukumKapolri Minta Maaf atas Insiden Pemukulan Jurnalis di Semarang, Janji Telusuri Pelaku

Kapolri Minta Maaf atas Insiden Pemukulan Jurnalis di Semarang, Janji Telusuri Pelaku

Energi Juang News, Jakarta- Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan permintaan maaf atas insiden pemukulan yang diduga dilakukan oleh anggota tim pengamanannya terhadap jurnalis di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (5/4/2025) sore, saat Kapolri meninjau arus balik Lebaran 2025 di stasiun tersebut.

Jenderal Sigit mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui kejadian tersebut dari pemberitaan media. “Saya baru tahu dari pemberitaan. Namun, kalau benar itu terjadi, saya sangat menyesalkan kejadian tersebut,” ujarnya pada Minggu (6/4/2025). Ia menambahkan bahwa hubungan antara kepolisian dan media selama ini terjalin dengan baik. “Karena hubungan kita dengan teman-teman media sangat baik, segera saya telusuri dan tindaklanjuti,” tambahnya.

Sebelumnya, insiden kekerasan terhadap jurnalis terjadi saat beberapa awak media meliput kegiatan Kapolri di Stasiun Tawang. Seorang pewarta foto dari Kantor Berita Antara, Makna Zaezar, menjadi korban pemukulan oleh seorang anggota tim pengamanan Kapolri.

Selain itu, beberapa jurnalis lainnya juga mengalami intimidasi dan ancaman. Salah satu pelaku bahkan mengancam, “Kalian pers, saya tempeleng satu-satu.”

Menanggapi hal tersebut, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang mengecam keras tindakan kekerasan tersebut.

Ketua PFI Semarang, Dhana Kencana, menyatakan bahwa kejadian ini merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Pers. “Kejadian ini adalah pelanggaran serius terhadap UU Pers. Ruang kerja kami dilanggar secara fisik dan psikologis,” tegas Dhana pada Minggu (6/4/2025).

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menyampaikan bahwa pihak kepolisian menyesalkan insiden tersebut dan akan menindaklanjutinya sesuai prosedur yang berlaku.

“Situasi saat kejadian sangat ramai dan penuh sesak. Prosedur standar operasional dalam protokoler pengamanan seharusnya tidak perlu secara emosional,” ujarnya.

Baca juga :  Pimpinan Komisi III DPR Setuju dengan Pelarangan Vape

Pelaku pemukulan, yang diidentifikasi sebagai Ipda E, anggota tim pengamanan protokoler Kapolri, telah menyampaikan permintaan maaf kepada Makna Zaezar.

“Saya menyesal dan menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan media atas kejadian di Stasiun Tawang,” kata Ipda E. Makna Zaezar menerima permintaan maaf tersebut namun berharap ada tindak lanjut secara institusi kepolisian atas insiden tersebut.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pihaknya akan menelusuri dan menindaklanjuti kejadian tersebut. “Saya perintahkan segera untuk ditindaklanjuti peristiwanya sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments