Minggu, Mei 31, 2026
spot_img
BerandaInternasionalEks Dubes Israel Desak Pemerintah Tak Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus, Tuduh Sri...

Eks Dubes Israel Desak Pemerintah Tak Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus, Tuduh Sri Paus Antisemitik dan Pro-Palestina

Energi Juang News, Jakarta- Mantan Duta Besar Israel untuk Italia, Dror Eydar, mengimbau pemerintah Israel agar tidak mengirimkan perwakilan resmi ke pemakaman Paus Fransiskus. Eydar menuding Paus Fransiskus sebagai sosok yang “antisemitik” karena secara vokal menentang operasi militer Israel di Jalur Gaza selama masa hidupnya.

Dalam wawancara dengan media Israel, Maariv, Eydar menyatakan bahwa Paus Fransiskus bertanggung jawab atas “meningkatnya antisemitisme” di dunia. Ia berpendapat bahwa Paus Fransiskus lebih memedulikan Palestina dibandingkan Israel. Eydar bahkan menilai bahwa “antisemitisme” Paus Fransiskus hanya kalah dari Paus Pius XII yang menjabat pada 1939-1958, masa Holocaust.

Paus Fransiskus menuduh kami melakukan genosida dan berbicara tentang anak-anak di Gaza, bukan anak-anak kami (Israel),” ujar Eydar.

Senada dengan Eydar, mantan Duta Besar Israel untuk Vatikan periode 2021-2024, Raphael Schutz, juga menuduh Paus Fransiskus “mengabaikan” serangan Hamas dan “menimbulkan penderitaan” dengan membela masyarakat Palestina.

Sebelum wafat, Paus Fransiskus kembali menyerukan perdamaian di Palestina dalam khotbah Paskah di Basilika Santo Petrus pada Minggu (20/4/2025). Dalam khotbahnya, Paus menekankan pentingnya mengakhiri perang, khususnya di Tanah Suci yang menderita karena “ledakan kekerasan tak berkesudahan.” Ia juga menyerukan gencatan senjata segera di Gaza yang digempur Israel sejak Oktober 2023.

“Saya meminta sekali lagi untuk gencatan senjata segera di Jalur Gaza, untuk pembebasan sandera, dan untuk akses bantuan kemanusiaan,” kata Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus akan dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma, sesuai dengan permintaannya dalam surat wasiat yang ditulis pada 29 Juni 2022. Ia meminta agar dimakamkan secara sederhana di tempat ia biasa berdoa sebelum dan sesudah perjalanan apostolik.

“Saya berharap perjalanan duniawi saya diakhiri di tempat suci Maria yang kuno ini, tempat saya berdoa pada awal dan akhir setiap Perjalanan Apostolik demi meluruskan niat-niat saya kepada Bunda yang Tak Bernoda dan memanjatkan syukur atas kasih sayangnya yang lembut dan keibuan,” demikian petikan surat wasiat Paus Fransiskus.

Baca juga :  AS Hapus Ribuan Visa Mahasiswa Asing, Ada yang Ikut Demo Palestina

“Makam itu hendaknya di tanah, sederhana, tanpa hiasan tertentu dan sebatas bertuliskan inskripsi: Fransiskus,” tambahnya.

Pemakaman Paus Fransiskus dijadwalkan pada Sabtu (26/4/2025) pukul 10 pagi waktu setempat. Jenazah akan dibawa dari Lapangan Santa Marta menuju Basilika Santo Petrus sebagai bagian dari prosesi pemakaman. Warga diberi kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum Paus Fransiskus dimakamkan.

Masyarakat Palestina turut berduka atas wafatnya Paus Fransiskus. Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, mengenang Paus sebagai teman setia bangsa Palestina dan pejuang tangguh untuk nilai-nilai perdamaian, cinta kasih, dan iman di seluruh dunia.

“Hari ini, Palestina kehilangan teman loyal bagi bangsa Palestina dan hak-hak mereka, pejuang tangguh untuk nilai-nilai perdamaian, cinta kasih, dan iman di seluruh dunia, serta seorang teman sejati perdamaian dan keadilan,” kata Abbas.

Di Gaza, umat Kristen mengadakan misa untuk mendiang Paus Fransiskus di Gereja Keluarga Kudus, Kota Gaza. Masyarakat Gaza, khususnya umat Kristen, mengenang Fransiskus sebagai pendukung kemanusiaan di tengah perang Israel. “Saya sangat berduka. Beliau adalah pendukung terbesar kami setelah Tuhan,” kata Suheil Abu Dawoud, pemuda Kristen di Gaza.

Paus Fransiskus dikenal sebagai pemimpin yang vokal menyerukan perdamaian dan keadilan di berbagai belahan dunia, termasuk di Palestina dan Gaza. Sikapnya yang tegas terhadap konflik di wilayah tersebut menuai pujian dari banyak pihak, namun juga kritik dari sebagian kalangan, termasuk mantan diplomat Israel.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments