Energi Juang News, Jakarta- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi kritik tajam dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait program pendidikan karakter di barak militer yang ia inisiasi.
Program ini menuai sorotan setelah KPAI mengungkapkan adanya dugaan intimidasi terhadap siswa yang menolak mengikuti pelatihan, termasuk ancaman tidak naik kelas.
Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menyatakan, “Ini hasil wawancara kami dengan anak-anak di Purwakarta maupun di Lembang. Ada ancaman bahwa siswa yang menolak mengikuti program bisa tidak naik kelas.”
Selain itu, Jasra menyoroti bahwa beberapa sekolah di Purwakarta tidak memiliki guru Bimbingan Konseling (BK), sehingga proses rekomendasi siswa ke barak menjadi pertanyaan serius.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi mengajak KPAI untuk terlibat langsung dalam proses pendidikan anak-anak yang bermasalah. Kalau KPAI merasa ada yang salah, mari kita turun bersama. Jangan hanya berkomentar dari jauh, tapi ambil peran dalam mendidik anak-anak,” tegas Dedi saat menemui 39 pelajar SMP dan orang tua mereka pasca pelatihan karakter di Resimen Armed 1/ Sthira Yudha Purwakarta.
Dedi juga menekankan bahwa lingkungan luar barak lebih berbahaya dibandingkan suasana terkontrol dalam fasilitas militer. Ia mendorong pelajar untuk berubah menjadi lebih baik dan meminta peran aktif orang tua serta masyarakat dalam membentuk karakter remaja. Anak ini kembali ke ‘neraka’, lingkungan yang luas dan mereka tidak ketahui, bahkan ada kemungkinan mereka bisa dibacok oleh orang tak dikenal. Di barak militer mereka justru lebih merasa aman,” ungkapnya.
Komandan Resimen Armed 1 Sthira Yudha, Kolonel Arm Roni Junaidi, memastikan bahwa pelatihan karakter yang dilakukan tidak mengandung unsur kekerasan. “Ini murni untuk pembinaan. Fasilitas akan terus kami benahi agar para pelajar merasa nyaman, dan tentu saja kami pastikan tidak ada kekerasan,” ujarnya.
Program pendidikan karakter di barak militer ini terus menjadi perdebatan. Namun, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah untuk membentuk karakter anak-anak agar menjadi pribadi yang lebih baik dan disiplin. Ia berharap semua pihak dapat bekerja sama dalam mendidik generasi muda demi masa depan yang lebih cerah.
Redaksi Energi Juang News



