Energi Juang News, Jakarta– Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila, mengacu pada pidato monumental Soekarno di hadapan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Dalam pidato tersebut, Soekarno pertama kali memperkenalkan istilah “Pancasila” yang menjadi fondasi ideologis bangsa Indonesia.
Gagasan besar Soekarno diterima dan ditetapkan sebagai dasar negara. Ia kemudian dikenal sebagai pencetus dan penggali lima sila yang menjadi arah kehidupan berbangsa dan bernegara. “Aku dijadikan Tuhan sebagai penggali lima mutiara, yaitu Pancasila,” ujar Soekarno dalam pidatonya pada 5 Oktober 1966.
Namun, kehidupan Soekarno di masa tua jauh dari kemuliaan. Setelah kekuasaan berpindah ke tangan Jenderal Soeharto pada Maret 1967, Soekarno menjadi tahanan politik. Ia dipaksa angkat kaki dari Istana Negara dan sempat dipindahkan ke Istana Bogor sebelum akhirnya ditempatkan di Wisma Yaso pada 1969.
Menurut catatan sejarawan Peter Kasenda, Soekarno dikucilkan dari dunia luar dan hidup dalam tekanan. Ia terus-menerus diinterogasi seputar dugaan keterlibatannya dalam peristiwa Gerakan 30 September. Kondisi itu membuatnya mengalami depresi berat. Ia mulai berbicara sendiri dan tidak mendapat akses medis layak untuk mengobati penyakit ginjal yang dideritanya sejak lama.
Ironisnya, satu-satunya dokter yang merawatnya adalah seorang dokter hewan—hal yang memperjelas betapa jauh Soekarno dari perawatan yang seharusnya diterimanya sebagai mantan kepala negara.
Kondisi mental dan fisik Soekarno memburuk drastis hingga akhirnya meninggal dunia pada 21 Juni 1970. Namun, penghapusan jejak sejarahnya belum berhenti. Rezim Orde Baru menghapus peringatan Hari Lahir Pancasila sejak 1970 dan menggantinya dengan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober.
Pemerintah saat itu bahkan menyebarkan narasi bahwa bukan Soekarno yang mencetuskan Pancasila, melainkan Mohammad Yamin. Menteri Pendidikan saat itu, Nugroho Notosusanto, membuat publikasi resmi yang mengarahkan masyarakat untuk mengingkari kontribusi Soekarno dalam lahirnya dasar negara.
Barulah setelah Orde Baru runtuh, sejarah mulai diluruskan. Pada 2016, pemerintahan Presiden Joko Widodo secara resmi menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila sekaligus hari libur nasional, mengembalikan penghargaan terhadap Soekarno sebagai tokoh utama di balik lahirnya ideologi bangsa.
Redaksi Energi Juang News



