Energi Juang News, Jakarta– Perempuan Saudi musim haji 2025 memainkan peran kian sentral, mulai dari pelayanan kesehatan hingga keamanan jemaah. Ini menjadi bagian dari kebijakan modernisasi yang digaungkan Kerajaan Arab Saudi lewat Visi 2030.
Dalam pelaksanaan haji tahun ini, keterlibatan perempuan terlihat di berbagai sektor. Di dalam dan sekitar Masjid Nabawi, personel keamanan wanita bertugas mengarahkan pergerakan jemaah, mengawasi pos pemeriksaan, dan memastikan akses yang aman ke area ibadah.
Di sektor medis, perempuan Arab Saudi hadir sebagai dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain. Mereka siaga 24 jam untuk memberikan layanan primer, menangani kondisi darurat, dan menyelenggarakan edukasi kesehatan kepada para peziarah.
Selain itu, petugas perempuan juga terlibat sebagai pemandu ibadah, relawan sosial, hingga logistik. Mereka membantu distribusi makanan dan minuman, serta menjadi garda depan dalam memberikan kenyamanan dan dukungan kepada para jemaah.
Saudi Gazette melaporkan bahwa keterlibatan luas perempuan ini bukan hanya menunjukkan kemajuan peran perempuan dalam masyarakat, tetapi juga menjadi langkah nyata pemberdayaan yang selaras dengan semangat perubahan sosial di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Sejak naiknya MBS ke tampuk kekuasaan, berbagai reformasi telah dilakukan, termasuk membebaskan perempuan bepergian tanpa izin wali, bergabung dalam militer, hingga perubahan administratif seperti mengganti nama tanpa persetujuan keluarga laki-laki.
Transformasi ini menggarisbawahi komitmen Arab Saudi untuk menempatkan perempuan sebagai mitra pembangunan nasional sekaligus pelayan jemaah haji yang berintegritas.
Redaksi Energi Juang News



