Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaGoresan PenaBoikot Produk Israel: Apa Yang Diperlukan Agar Efektif?

Boikot Produk Israel: Apa Yang Diperlukan Agar Efektif?

Oleh Hiski Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

Beberapa waktu lalu, Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) kembali menyerukan umat untuk memperkuat gerakan boikot ekonomi  terhadap seluruh produk yang berasal dari, berafiliasi dengan, atau mendukung Israel. MUI menyatakan, boikot merupakan bentuk perlawanan non-kekerasan yang efektif terhadap kejahatan rezim Zionis di Palestina maupun Timur Tengah.

Boikot, menurut MUI, merupakan aksi nyata mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Hal itu disampaikan MUI melalui Tausiyah dengan Nomor: Kep-63/DP-MUI/VI/2025 yang ditandatangani Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan di Jakarta, pada Selasa, 17 Juni 2025.

Boikot ekonomi memang bukan hal baru dalam sejarah perlawanan terhadap penindasan. Pejuang kemerdekaan India, Mahatma Gandhi, menggelorakan boikot ekonomi untuk membebaskan India dari cengkeraman penjajahan Inggris.

Satyagraha, adalah nama gerakan itu.  Gerakan itu terus dilakukan sampai kolonialisme Inggris hengkang dari India pada 1947.

Kini, agresi imperialis Israel juga menuai perlawanan dalam wujud boikot. Beberapa produk yang dianggap terkait atau mendukung Israel terkena dampaknya.

Namun, efektifkah gerakan boikot ini dalam menghentikan, atau minimal mengerem kejahatan Israel yang telah berlangsung hampir dua tahun ini?

Gerakan ini bisa sangat efektif bila produk-produk atau perusahaan-perusahaan yang diboikot memang terbukti memiliki keterkaitan dengan Israel, atau bahkan mendukung kejahatan negeri Zionis itu.

Karena itu, sangat penting untuk diungkapkan pada publik, bukti-bukti sebagai pelengkap dari tuduhan terhadap produk-produk tertentu sebagai berafiliasi atau mendukung agresi Israel.

Hal itu sangat penting, agar seruan boikot  tak salah sasaran. Apalagi berkembang menjadi fitnah yang hanya bertujuan menjatuhkan pesaing dalam kompetisi.

Problemnya, selama ini banyak bermunculan di media sosial daftar produk atau merek yang disebut pro Israel, namun tidak disertai bukti valid bahwa produk-produk itu memang terafiliasi dengan Israel, atau mendukung agresi Israel.

Baca juga :  Pasca Agresi Terhadap Iran, 'Board of Peace' Hanya Ilusi Perdamaian

Hal ini akan memicu aksi boikot salah sasaran. Dan ini sudah terbukti. Seperti misalnya ada beberapa perusahaan lokal yang mayoritas sahamnya dimiliki individu atau perusahaan Indonesia, tapi masuk daftar boikot.

Disinilah pentingnya pembuktian dalam aksi boikot. Jangan sampai aksi ini menimbulkan kemudharatan atau kerugian bagi pihak lain seperti masyarakat, pekerja atau bahkan sesama umat Islam yang sama sekali tak terkait Israel.

Sementara, negeri Zionis itu justru seakan tak bisa dihentikan dalam mengumbar kekejian di Timur Tengah.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments