Energi Juang News, Jakarta- Satria Arta Kumbara, mantan prajurit Marinir TNI AL beberapa waktu lalu mengejutkan publik
Dia mengaku menjadi tentara bayaran di konflik Ukraina.
Kini dia tampil dalam sebuah video viral dengan suasana penuh penyesalan.
Di tengah medan perang yang jauh dari tanah air, ia merekam permohonan maaf secara terbuka.
Selain itu ia juga meminta bantuan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar diizinkan kembali ke Indonesia.
Dalam video yang diunggah melalui akun TikTok @zstrom689, Satria memulai dengan salam formal dan menghormati Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga Menteri Luar Negeri, Sugiono.
Ia dengan suara gentar menyatakan bahwa dorongan ekonomi menjadi alasan awalnya bergabung dengan pasukan Rusia, namun kini ia merasakan beratnya kehilangan hak sebagai warga negara Indonesia.
“Mohon izin Bapak… saya menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia mengakibatkan dicabutnya warga negara saya,” katanya.
Naskah pengakuannya tidak hanya menyingkap kesalahan pilihan, tetapi juga menghadirkan gambaran tentang kisah seorang pria yang kehilangan arah.
Satria mengaku tidak sepenuhnya memahami implikasi hukum ketika menandatangani kontrak militer di luar negeri, dan kini ia terkucil dalam konflik yang tak lagi dipahami.
Statusnya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) telah dinyatakan gugur, sebuah keputusan yang diambil berdasarkan undang-undang karena keterlibatannya dalam militer asing tanpa izin dari Presiden.
Ia tak sekadar menyesal secara pribadi, ia bahkan berharap agar Prabowo memberikan intervensi agar kontraknya dihentikan dan hak kewarganegaraannya dikembalikan.
Respons dari Kementerian Hukum dan HAM, seperti yang disampaikan oleh Menteri Supratman Andi Agtas, menegaskan bahwa prosedur pencabutan kewarganegaraan terhadap individu yang mengikuti tentara asing telah berjalan sesuai hukum.
Proses ini akan melibatkan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum .
Langkah-langkah hukum sudah diambil, namun belum ada kepastian tentang kemungkinan kembalinya Satria ke tanah air.
Video pengakuan Satria menuai beragam reaksi daring: dari rasa simpati yang tulus hingga nada sinis yang tajam.
Beberapa netizen mempertanyakan perubahan sikapnya, yang sebelumnya sempat membanggakan aksi bergabung dengan pasukan Rusia sekarang berubah drastis menjadi permohonan agar diizinkan pulang.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi langsung dari Presiden Prabowo mengenai permintaan Satria Kumbara.
Redaksi Energi Juang News



