Energi Juang News, Jakarta– Rencana kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun ini kembali menjadi sorotan. Meski sudah tercantum dalam aturan resmi, eksekusinya masih sepenuhnya bergantung pada keputusan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan pihaknya mendukung rencana tersebut. Menurutnya, kesejahteraan ASN memang selalu menjadi bahan evaluasi tahunan, termasuk soal gaji.
Namun, Zudan menekankan bahwa implementasi kebijakan ini ada di tangan Kementerian Keuangan. BKN hanya menunggu langkah konkret dari pihak kementerian.
Dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025, tertulis jelas rencana kenaikan gaji. Penerima manfaat antara lain guru, dosen, tenaga kesehatan, penyuluh, TNI/Polri, hingga pejabat negara.
“Perpres sudah keluar, tinggal menunggu eksekusi Kemenkeu,” ujar Zudan di Sentul, Rabu (24/9/2025).
Sayangnya, ia belum bisa memastikan kapan kenaikan gaji itu berlaku. Besaran kenaikan pun belum diungkap.
“Kapan dimulai ada di Perpres, kita tinggal menunggu,” jelas Zudan singkat.
Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mengingatkan publik agar tidak terlalu cepat berharap. Menurutnya, meski masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP), tidak semua program langsung bisa dijalankan.
Ia mencontohkan beberapa kebijakan yang tertunda meski sudah terdaftar dalam RKP. Salah satunya adalah penerapan cukai minuman berpemanis yang sampai kini belum terlaksana.
Kebijakan pajak karbon juga bernasib sama, tertunda meski sudah direncanakan sejak lama.
“Pengalaman menunjukkan, tidak semua kebijakan bisa langsung berjalan di tahun yang sama,” kata Qodari di Jakarta, Senin (22/9/2025).
Hal itu membuat publik kembali bertanya-tanya: apakah kenaikan gaji ASN tahun ini sungguh nyata, atau sekadar janji politik?
Ketidakpastian ini jelas membuat banyak ASN berharap-harap cemas.Mereka menunggu kepastian dari pemerintah pusat, terutama Menkeu Purbaya.
Kenaikan gaji selalu menjadi isu sensitif, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Publik kini menanti langkah nyata, bukan sekadar wacana di atas kertas.
Energi Juang News



