Energi Juang News, Tangerang- LBH Ansor mengecam keras tindakan kekerasan terhadap anggota Banser di Tangerang.
Organisasi itu mendesak aparat kepolisian segera menangkap para pelaku pelaku penganiayaan.
Kejadian itu diduga sebagai bentuk intimidasi terhadap kader Banser yang bertugas menjaga keamanan.
LBH Ansor menyebut agresi tersebut melukai martabat organisasi dan nilai kemanusiaan.
Menurut pernyataan dari pihak Ansor, aksi pengeroyokan ini tidak bisa dibiarkan.
“Aparat harus bertindak tegas dan menindak pelaku tanpa pandang bulu,” ungkap perwakilan LBH Ansor.
Mereka juga meminta Kapolres Metro Tangerang Kota turun tangan langsung dalam penanganan kasus ini.
Jika dibiarkan, kasus ini akan menjadi preseden buruk bagi ketertiban sosial.
Pihak Ansor menegaskan bahwa Banser selama ini berdiri di garis depan menjaga ulama dan keamanan.
Setiap bentuk kekerasan atau intimidasi terhadap kader mereka dianggap sebagai pelanggaran serius.
LBH Ansor menyatakan akan memantau proses penyelidikan secara ketat. Langkah advokasi hukum sudah disiapkan untuk memastikan keadilan tegak.
Ansor juga menyerukan kepada seluruh kader agar tetap tenang dan tak terpancing emosi.
Meskipun demikian, mereka diingatkan untuk tetap waspada dan menjaga soliditas internal.
Ketua PC GP Ansor Kota Tangerang, Midyani, menyebut bahwa serangan terhadap Banser adalah tindakan “biadab”.
Menurutnya, hal itu tidak hanya menyasar individu, tapi mengancam persatuan dan prinsip negara hukum.
Midyani menegaskan bahwa organisasi tidak akan tinggal diam.
Mereka akan terus mengikuti perkembangan kasus hingga semua pelaku dijatuhi sanksi hukum.
Dalam langkah selanjutnya, LBH Ansor akan menyerahkan bukti dan kronologi lengkap ke pihak kepolisian.
Tujuannya agar proses penyidikan tidak berhenti pada tahap laporan belaka.
Publik diajak untuk ikut mengawasi agar kasus ini tidak tenggelam tanpa kejelasan hukum. Karena jika dibiarkan, kekerasan terhadap ormas bisa makin marak dan merusak rasa aman masyarakat.
Redaksi Energi Juang News



