Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaBerita NasionalDipimpin Nakhoda Baru, Walhi Bertekad Lawan Penghancuran Ekologis

Dipimpin Nakhoda Baru, Walhi Bertekad Lawan Penghancuran Ekologis

Energi Juang News, Jakarta-Direktur Eksekutif Nasional Walhi yang baru terpilih. Dia adalah Boy Even Sembiring, yang sebelumnya adalah Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau.

Ia terpilih pada Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH) XIV Wahana Lingkungan Hidup Indonesia yang berlangsung di Pulau Sumba, 18-24 September 2025 lalu.

Boy yang akan nemimpin Walhi hingga 2029 mendatang menjabarkan, Indonesia saat ini menghadapi krisis ekologis yang kian parah akibat arah pembangunan nasional yang berorientasi pada investasi ekstraktif. Proyek food estate sebagai solusi ketahanan pangan justru menimbulkan deforestasi ratusan ribu hektare hutan, merusak lahan gambut dan merampas tanah adat di Papua dan Kalimantan.

Hilirisasi nikel yang dipromosikan pemerintah juga memicu pencemaran, kerusakan pulau kecil, dan penghancuran ekosistem pesisir di Maluku Utara maupun Papua Barat. Di sisi lain, lanjut dia, kebijakan pro-investasi melalui UU Cipta Kerja dan UU Minerba memperlemah instrumen pengendalian pencemaran.

Akibatnya, kualitas lingkungan menurun drastis, bencana ekologis meningkat, dan ribuan warga mengalami kriminalisasi saat mempertahankan ruang hidupnya. Maka Boy menegaskan, Walhi meneguhkan diri sebagai rumah gerakan rakyat untuk menghentikan perampasan ruang hidup masyarakat.

”Walhi akan terus melawan penghancuran ekologis, serta memperjuangkan hak rakyat atas lingkungan hidup yang sehat dan kedaulatan bangsa yang berkeadilan,” tegasnya, Jumat (26/9/2025).

Boy menyebutkan, sejak proses pemilihan Dewan Nasional, ia telah menyadari bahwa tantangan kedepan jauh lebih besar. Karena itu ia akan mengambil sikap bahwa proses pemilihan ini haruslah lebih dari sekedar kontestasi.

Terkait arah Walhi ke depan, Even Sembiring menegaskan Walhi akan menjadi rumah bagi seluruh gerakan untuk membangun gerakan pulihkan Indonesia secara kolektif dan kolaboratif. Walhi secara nasional yang akan ditopang oleh seluruh kantor daerah Walhi di Indonesia, akan terus berkolaborasi dengan organisasi gerakan rakyat, Masyarakat Adat, petani, nelayan dan orang muda untuk mencapai tujuan kedaulatan ekologis bagi masyarakat Indonesia.

Baca juga :  Rocky Gerung: Senyum Megawati yang Tegar Diintimidasi Kekuasaan Lebih Indah dari Mona Lisa

”Kita harus menuntut negara kembali pada mandat-mandat konstitusionalnya. Secara politik, Eksekutif Nasional dan Dewan Nasional akan mendesak negara untuk berhenti melakukan tindakan yang militeristik. Walhi akan menunjukkan wajah garangnya bagi setiap kebijakan yang meminggirkan rakyat,” ujarnya.

Boy menekankan, Walhi juga akan hadir dalam setiap gerakan rakyat lintas isu untuk berjuang bersama. Pihaknya akan terus mendesak negara untuk melakukan koreksi kebijakan yang destruktif dan meminggirkan rakyat, serta segera mengesahkan undang-undang Masyarakat Adat dan Keadilan Iklim.

Boy juga memastikan, Walhi akan terus berdiri di garda terdepan dalam penyelamatan lingkungan dan keselamatan rakyat. Dengan akan terus mengusung narasi anti kapitalistik, lalu memperluas dan memperkuat pendidikan serta pengorganisasian rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan lestari.

Boy sendiri mendapat dukungan penuh dari Dewan Nasional Walhi. Salah seorang Dewan Nasional Walhi Arie Rompas menyampaikan, keadilan itu tidak datang dengan sendirinya. Keadilan harus diperjuangkan, dan Walhi bersama dengan rakyat akan memperjuangkannya.
”Keadilan ekologis harus didasarkan pada daulat rakyat, dan demokrasi yang substansi. Saling menguatkan, membangun soliditas dan solidaritas adalah kunci kerja kita nantinya,” kata Arie

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments