Minggu, Mei 31, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaTumbal Proyek Gedung Bertingkat dan Sosok Arwah yang Menghantui

Tumbal Proyek Gedung Bertingkat dan Sosok Arwah yang Menghantui

Energi Juang News, Surakarta– Cerita mengenai tumbal proyek gedung bertingkat memang sudah lama beredar di kalangan masyarakat Indonesia. Meski terdengar seperti mitos, tak sedikit orang yang meyakini bahwa beberapa pembangunan besar membutuhkan semacam persembahan agar proses konstruksi berjalan lancar. Tumbal ini konon bisa berupa kepala kerbau, namun dalam beberapa kasus, ada pula kabar bahwa nyawa manusia menjadi bagian dari perjanjian gaib yang mengikat antara dunia nyata dan alam tak kasat mata.

Menurut warga sekitar lokasi pembangunan renovasi sebuah gedung tua di daerah Solo, dahulu kala proyek itu sempat mangkrak selama hampir dua tahun. Banyak kecelakaan kerja terjadi tanpa sebab logis. Seorang mandor bahkan meninggal secara tragis saat tertimpa material yang menurut saksi mata, tidak ada orang yang menyentuhnya. “Kami sudah curiga ada yang tidak beres sejak awal,” kata Pak Rahmat, warga setempat. “Dulu malam-malam sering terdengar suara tangisan perempuan dari arah fondasi bangunan, padahal belum ada orang yang tinggal di sana.”

Suatu malam, seorang satpam proyek bernama Marto mengalami kejadian mengerikan yang akhirnya menjadi buah bibir. Ia melihat sesosok perempuan berambut panjang dan memakai gaun putih berdiri tepat di depan crane yang diam tak bergerak. Wajah perempuan itu rusak, seperti dagingnya mengelupas dan matanya bolong, namun ia tersenyum menatap Marto. “Saya sempat terpaku beberapa detik, tapi begitu dia menghilang perlahan-lahan, saya langsung lari dan muntah-muntah. Itu bukan manusia,” ungkap Marto, yang hingga kini memilih tak lagi bekerja di proyek tersebut.

Setelah kejadian itu, beberapa warga meyakini bahwa arwah perempuan yang muncul adalah korban tumbal proyek yang tidak sempat dikuburkan secara layak. Menurut cerita, dulunya ada seorang pekerja wanita yang menghilang secara misterius ketika proyek mulai digarap. Hingga sekarang, jasadnya tidak pernah ditemukan. Banyak yang percaya bahwa dia dikorbankan sebagai tumbal untuk melancarkan pembangunan. “Saya pernah dengar ada pekerja perempuan yang malam-malam dipanggil ke lokasi, tapi habis itu hilang tak kembali,” kata Bu Minthuk, seorang penjual warung kopi di sekitar lokasi.

Baca juga :  Kutukan Pasetran Gondo Mayit : Jeritan dari Perut Gua Berdarah

Penampakan arwah itu menjadi semakin sering muncul saat proyek memasuki tahap penyelesaian akhir. Bahkan beberapa alat berat seperti excavator dan mixer tiba-tiba mati total saat melewati satu titik tertentu. “Kami sudah periksa, semuanya normal. Tapi anehnya, begitu menjauh dari titik itu, alat kembali menyala,” jelas Ardi, teknisi proyek yang juga mengaku sempat diganggu sosok hitam besar yang membisiki telinganya dalam bahasa yang tidak ia mengerti.

Warga sekitar akhirnya melakukan ritual kecil bersama tokoh adat dan seorang dukun tua. Dalam ritual tersebut, terungkap bahwa sosok arwah perempuan itu menolak kehadiran bangunan tersebut karena jiwanya masih terikat dengan lokasi tersebut. “Dia belum tenang karena tidak mendapat pengakuan sebagai tumbal,” ujar Mbah Suryo, dukun yang memimpin ritual. Ritual tersebut berlangsung selama tiga malam berturut-turut, dengan harapan arwah tersebut dapat beristirahat dengan damai.

Namun, setelah ritual dilakukan, teror belum juga berhenti. Justru beberapa pekerja bermimpi didatangi sosok perempuan itu yang meminta agar pembangunan dihentikan. “Dalam mimpi saya, dia bilang ‘Kalian ambil nyawaku, tapi tak pernah mengingat namaku’,” kata seorang pekerja bernama Toni. Ia sempat mengalami kerasukan keesokan paginya dan menulis nama ‘Ayu Lestari’ berulang-ulang di tembok proyek dengan darah dari tangannya sendiri.

Sampai saat ini, gedung tersebut sudah berdiri namun tak pernah dipakai. Meskipun secara fisik tak ada kerusakan, pemilik proyek tampaknya enggan menyewakan atau menjual bangunan itu. Beberapa orang yang mencoba masuk tanpa izin mengaku mendengar suara langkah kaki di lantai atas, padahal bangunan itu terkunci rapat. “Kami sudah anggap tempat itu angker. Kalau malam lewat situ, saya selalu membaca doa,” kata Budi, pengendara ojek online yang sering melintas di sana.

Baca juga :  Reog Berdarah di Tanah Danyangan Ponorogo

Cerita mengenai tumbal proyek gedung bertingkat seperti ini menjadi bagian dari kepercayaan yang tak bisa diabaikan begitu saja. Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, banyak yang percaya bahwa pembangunan besar seharusnya tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tapi juga menjaga keseimbangan dengan hal-hal yang tak kasat mata. Karena jika tidak, bisa jadi proyek itu akan terus dihantui oleh arwah yang menuntut keadilan di alam manusia.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments