Energi Juang News, Jakarta-Langkah pemerintah untuk menangani pencemaran radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di Cikande, masih belum maksimal.
Demikian ditegaskan Manajer Kampanye Perkotaan dan Energi Walhi Dwi Sawung.
“Ini masih harus telusuri kontaminasi dan orang-orang yang kontak. Perlu penelitian epidemiologi,” ungkapnya, baru-baru ini.
Lebih lanjut, menurutnya terkait dengan impor limbah dan pengelolaan limbah ini bukan kejadian baru-baru ini. Untuk itu, dia meminta pemerintah untuk menghentikan impor limbah tidak mampu melakukan pengawasan.
“Kemudian dari sumber (limbah) lokal penegakan hukum yang lemah, kasus sebelumnya bahkan tidak jelas akhirnya bagaimana,” tegas Sawung.
Sebelumnya, pemerintah melalui Satgas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium-137 (Cs-137) dan Kesehatan Pada Masyarakat Berisiko Terdampak, telah bergerak menangani kejadian khusus cemaran radiasi Cesium-137 (Cs-137) yang terdeteksi di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten. Langkah-langkah intensif dikatakan terus dilakukan demi melindungi keselamatan masyarakat dan lingkungan dari dampak paparan bahan radioaktif.
Kasus cemaran radiasi ini telah ditetapkan sebagai kejadian khusus oleh pemerintah, sehingga seluruh sumber daya lintas sektor dikerahkan untuk mempercepat penanganan dan memastikan kawasan yang terdampak kembali aman. Pemerintah menekankan pentingnya sinergi, keterbukaan informasi, dan partisipasi publik dalam proses pemulihan lingkungan hidup dari ancaman kontaminasi bahan radioaktif.
“Kerja sama lintas sektor, keterlibatan masyarakat dan keterbukaan informasi publik. Dukungan dari seluruh elemen diharapkan dapat memperkuat upaya menjaga keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat dari risiko kontaminasi bahan radioaktif,” tegas Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq.
Hingga 2 Oktober 2025, Tim Satgas Bidang I Mitigasi dan Penanganan Kontaminasi Sumber Radiasi di bawah koordinasi Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani, telah melakukan serangkaian upaya dekontaminasi secara menyeluruh.
Tim mengangkat material yang memiliki tingkat radiasi tinggi menggunakan peralatan berat, kemudian memindahkannya ke fasilitas penyimpanan sementara (interim storage) milik PT PMT.
Redaksi Energi Juang News



