Minggu, Maret 8, 2026
spot_img
BerandaPergerakanKoalisi Sipil Tantang Warga: Jangan Diam, Saatnya Warga Jaga Warga

Koalisi Sipil Tantang Warga: Jangan Diam, Saatnya Warga Jaga Warga

Energi Juang News, Jakarta- Rentetan aksi teror terhadap aktivis dan tokoh publik di penghujung tahun membuat Koalisi Masyarakat Sipil angkat suara. Mereka menyerukan pentingnya solidaritas antarwarga sebagai bentuk perlindungan sesama di tengah situasi yang dinilai kian represif.

Koalisi yang terdiri dari 91 lembaga dan 51 individu ini mengecam keras intimidasi terhadap warga yang menyuarakan kritik atas penanganan bencana ekologis di Sumatera. Di antara mereka ada Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Greenpeace, Kontras, SAFEnet, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Imparsial, Indonesia Corruption Watch (ICW), serta akademisi seperti Bivitri Susanti dan Feri Amsari.

Kritik Tak Boleh Dibungkam

“Situasi ini mau tidak mau menjadi penanda bagi kita untuk menjaga satu sama lain. Warga jaga warga,” ujar Koalisi Masyarakat Sipil dalam pernyataan resmi (1/01/2025).

Koalisi menilai melayangkan tuntutan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran tak lagi berarti banyak. Mereka menyebut langkah paling bermakna kini adalah memperkuat solidaritas antarwarga. “Kami justru mengajak masyarakat untuk terus bersama saling menjaga, terutama bagi mereka yang berani mengungkap buruknya tata kelola negara,” bunyi pernyataan tersebut.

Pemerintah Dinilai Abai

Menurut mereka, solidaritas warga menjadi bukti nyata bahwa perlindungan hak asasi kini tidak bisa lagi sepenuhnya diharapkan dari negara. “Pemerintah terlalu jumawa dan antikritik, seolah lupa bahwa rakyat adalah bagian paling penting dalam kebijakan publik,” tegas mereka.

Koalisi juga menilai tindakan teror terhadap warga sipil sebagai bentuk pelecehan terhadap nilai gotong royong dan semangat kebebasan berpendapat. Kritik yang datang dari masyarakat seharusnya dipandang sebagai bentuk tanggung jawab terhadap nasib korban di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Deretan Teror terhadap Aktivis

Sejumlah aktivis dan pemengaruh menjadi sasaran teror. Musisi Aceh Ramond Dony Adam alias DJ Donny menerima kiriman bangkai ayam dan bom molotov di rumahnya, Jakarta (29/12/2025). Sedangkan Shery Annavita mendapat telur busuk dan mobilnya dicoret vandalisme.

Tak berhenti di situ, rumah Manajer Kampanye Iklim Greenpeace Iqbal Damanik juga dikirimi paket serupa disertai pesan ancaman. Teror serupa meluas ke ranah digital. Kreator konten Virdian Aurellio dibanjiri serangan siber setelah menyoroti kondisi pascabencana di Aceh, termasuk peretasan nomor WhatsApp keluarganya.

Aktor Yama Carlos turut mendapat ancaman lewat pesan digital dan paket COD fiktif setelah mengunggah video satir soal penanganan bencana Sumatera.

Respons Pemerintah yang Minim

Sementara itu, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengaku belum mengetahui adanya laporan teror yang menyerang masyarakat sipil. “Saya sendiri belum tahu. Jadi bagaimana saya percaya mereka diteror? Oleh siapa? Karena apa?” kata Pigai melalui pesan singkat (31/12/2025).

Koalisi menilai sikap tersebut menunjukkan lemahnya kesadaran pemerintah terhadap ancaman nyata terhadap kebebasan berekspresi dan keamanan warga yang kritis.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments