Sabtu, Maret 14, 2026
spot_img
BerandaDaerahIsu Kades Hoho Dicopot Gegara Tato Ternyata Hoaks

Isu Kades Hoho Dicopot Gegara Tato Ternyata Hoaks

Energi Juang News, Banjarnegara— Sebuah kabar soal Kepala Desa Purwasaba, Banjarnegara, Hoho Alkaf, yang disebut kehilangan jabatannya karena ditegur Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto, ramai beredar di berbagai platform sosial media. Namun, setelah ditelusuri, cerita itu tak lebih dari berita palsu yang sengaja dibuat untuk menipu publik. Rabu (25/2/2026).

Kronologi Video yang Dipelintir

Potongan video lama Menteri Agus saat memberi arahan internal pada 2025 disunting oleh sejumlah akun di Facebook, TikTok, dan Instagram. Dalam video asli, sang menteri membahas pegawai imigrasi di Bali yang terlibat pemerasan terhadap warga negara asing dan memiliki tato di tubuhnya.

Namun, video itu kemudian disangka menyinggung sosok Kades Hoho. Pengeditan dilakukan dengan menambahkan foto Hoho Alkaf serta narasi palsu seolah ia menjadi sasaran teguran menteri tersebut.

Hoho Alkaf Buka Suara

Menanggapi isu itu, Hoho Alkaf langsung memberikan klarifikasi lewat akun Facebook pribadinya. Dalam videonya, ia menegaskan bahwa ucapan Menteri Agus tidak pernah diarahkan kepadanya.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Menanggapi video-video yang beredar di sosial media baik TikTok, Facebook, Instagram terkait video Pak Menteri, Pak Agus, itu adalah video (Agus Andrianto bahas tato) sudah lama sekali ya… Dan beliau itu pernah menyebut, membahas tato itu adalah bukan dengan saya,” ujar Hoho Alkaf, dilihat detikcom dari unggahan Facebook-nya, Rabu (25/2/2026).

Kepala desa yang dikenal aktif itu mengaku tidak paham mengapa namanya ditarik-tarik dalam isu ini. Ia menyayangkan tindakan pengguna media sosial yang sengaja menyebarkan video editan untuk mencari perhatian.

“Untuk apa sih diedit-edit sedemikian rupa? Sedangkan hal itu tidak ada kaitannya dengan saya,” pungkasnya.

Punya Hubungan Baik dengan Menteri Agus

Hoho menegaskan bahwa dirinya memiliki hubungan baik dengan Menteri Agus. Ia bahkan beberapa kali melakukan panggilan video dengan sang menteri. Menurutnya, publik sebaiknya tidak mudah mempercayai konten yang belum jelas sumbernya hanya karena ingin viral atau mengejar jumlah pengikut.

“Saya dan Pak Agus juga kenal. Saya mohon jangan karena pingin videonya FYP, kepingin followers-nya bertambah banyak tapi melakukan pengeditan seperti itu. Itu hal yang tidak baik,” ujarnya.

Imbauan agar Netizen Tidak Gampang Termakan Isu

Sebagai penutup, Hoho mengajak masyarakat berhenti menyebarkan hoaks dan lebih berhati-hati sebelum membagikan informasi di media sosial.

“Jadi untuk para netizen semua di Indonesia jangan mudah percaya. Untuk apa setelah melihat video-video yang baru, cek dulu jejak digitalnya. Video dari Pak Menteri itu sendiri kan sudah satu tahun lebih ya. Jadi saya mohon kepada para netizen stoplah untuk hal-hal kaya gitu,” tutupnya.

Dukungan dari Warganet

Banyak pengikut Hoho di Facebook yang kemudian menyesali telah ikut berkomentar tanpa tahu fakta sebenarnya. Sejumlah pengguna juga memberikan dukungan moral.

“Berarti saya salah ikut komentar. Saya minta maaf Pak Menteri. Karena saya suka sepak terjang Kades Hoho dalam membangun,” tulis akun Wa Gino.

“Alhamdulillah, baru tahu setelah penjelasan Mas Kades Hoho. Dari awal aku udah nggak yakin atas video tersebut,” ujar akun Den Sugeng Indragiri.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments