Energi Juang News, Lamongan- Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Nasyirul Falah Amru atau yang akrab disapa Gus Falah, menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Rabu (11/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Gus Falah menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Empat Pilar Kebangsaan yang disosialisasikan meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika.
Menghidupkan Kembali Empat Pilar di Tengah Dinamika Zaman
Menurut Gus Falah, keempat pilar tersebut merupakan pedoman utama yang harus dipahami dan diinternalisasi oleh seluruh masyarakat Indonesia.
“Nilai-nilai Pancasila harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman moral dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujar Gus Falah di hadapan peserta sosialisasi.
Baca juga : Gus Falah Apresiasi Hakim Yang Bebaskan ABK Batam dari Hukuman Mati
Ia menilai penguatan pemahaman terhadap Pancasila menjadi semakin penting di tengah dinamika global yang tidak menentu, termasuk konflik yang tengah berkecamuk di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, eskalasi konflik internasional dapat membawa dampak tidak langsung bagi berbagai negara, termasuk Indonesia, baik dari sisi ekonomi, politik, maupun stabilitas sosial.
“Situasi geopolitik dunia saat ini sedang tidak stabil. Konflik di Timur Tengah berpotensi menimbulkan dampak yang luas, termasuk terhadap perekonomian global dan kehidupan masyarakat di berbagai negara. Karena itu bangsa Indonesia harus memiliki pegangan nilai yang kuat, dan Pancasila adalah kompas kita,” jelasnya.
Pancasila sebagai Pegangan di Tengah Konflik Global dan Gejolak Timur Tengah
Gus Falah menambahkan, nilai-nilai seperti persatuan, gotong royong, toleransi, serta keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila menjadi modal penting bagi bangsa Indonesia untuk tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan global.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat persatuan nasional serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang dapat memecah belah bangsa.
“Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, bangsa Indonesia harus tetap solid. Persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong adalah kekuatan utama kita,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Gus Falah berharap masyarakat semakin memahami serta mengamalkan nilai-nilai kebangsaan sehingga Indonesia tetap menjadi bangsa yang kuat, berdaulat, dan berkepribadian di tengah dinamika dunia yang terus berubah.
Redaksi Energi Juang News



