Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaInternasionalPrajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Soroti Serangan

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Soroti Serangan

Energi Juang News, Beirut- Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kembali melaporkan jatuhnya korban dari Indonesia dalam misi perdamaian di Lebanon. Dua prajurit TNI yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan di wilayah selatan negara tersebut.

Kronologi Ledakan yang Menewaskan Prajurit

Insiden terjadi pada Senin (30/3/2026), ketika sebuah ledakan menghantam kendaraan yang ditumpangi para prajurit di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan. Ledakan itu belum diketahui asalnya.

“Ini adalah dua insiden terpisah dan kami sedang menyelidikinya sebagai dua insiden terpisah,” kata juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel dilansir kantor berita Reuters, Selasa (31/3/2026).

Pihak militer Israel mengaku telah menerima laporan terkait kejadian tersebut. Mereka menyatakan tengah melakukan peninjauan untuk memastikan apakah insiden ini berkaitan dengan aktivitas Hizbullah atau operasi militer lain di kawasan tersebut.

PBB: Serangan ke Pasukan Perdamaian Tak Bisa Dibenarkan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Ia bahkan menyebut tindakan semacam ini berpotensi masuk kategori kejahatan perang.

“Kami mengutuk keras insiden-insiden yang tidak dapat diterima ini – pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran,” kata kepala pasukan penjaga perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, kepada wartawan dalam sebuah pengarahan pada hari Senin.

Rangkaian Serangan Sebelumnya

Sebelumnya, satu prajurit TNI lebih dulu dilaporkan gugur pada Minggu (29/3/2026). Insiden terjadi akibat ledakan proyektil di sekitar posisi UNIFIL dekat desa Adchit al-Qusayr.

Serangan tersebut berkaitan dengan meningkatnya ketegangan antara militer Israel (IDF) dan Hizbullah di wilayah tersebut. Selain korban jiwa, tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka.

Baca juga : Menarik TNI dari Lebanon: Menolak Jadi Tumbal Konflik yang Bukan Milik Kita

Baca juga :  Iran Sita Dua Kapal Tanker di Teluk

Korban berasal dari Yonif 113/Jaya Sakti (JS), Brigade Infanteri 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda, Aceh. Prajurit yang gugur diketahui bernama Praka Farizal Rhomadhon.

Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut menimpa Prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL,” kata Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Narsullah, Senin (30/3/2026).

Indonesia Kecam dan Desak Investigasi

Pemerintah Indonesia merespons keras insiden ini. Kementerian Luar Negeri menegaskan perlunya penyelidikan yang transparan dan menyeluruh.

Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui akun X @Kemlu_RI, Senin (30/3/2026).

Selain itu, pemerintah juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta menegaskan sikap terhadap serangan yang terjadi.

Indonesia menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur, serta kembali ke dialog dan diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memajukan perdamaian,” tegas Kemlu.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments