Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisSinyal Kenaikan BBM Menguat, Jenis Ini Terdampak

Sinyal Kenaikan BBM Menguat, Jenis Ini Terdampak

Energi Juang News, Jakarta- Pemerintah mulai memberi gambaran soal arah kebijakan harga energi di tengah tekanan global. Harga minyak dunia yang menembus US$ 115 per barel memicu spekulasi soal potensi penyesuaian harga bahan bakar dalam waktu dekat.

BBM Non-Subsidi Berpotensi Naik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka kemungkinan adanya perubahan harga, terutama pada bahan bakar non-subsidi. Pernyataan itu ia sampaikan saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Jepang, Senin kemarin.

Perubahan harga biasanya dilakukan pada awal bulan. Dengan demikian, perhatian publik kini tertuju pada 1 April sebagai momentum penyesuaian.

“Gini. Di Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu non-industri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar,” ujar Bahlil, ditulis Selasa (31/3/2026).

BBM RON Tinggi Ikuti Mekanisme Pasar

Bahlil menjelaskan, BBM industri seperti bensin dengan RON tinggi—RON 95 dan RON 98—akan otomatis mengikuti pergerakan pasar. Artinya, kenaikan harga minyak dunia akan langsung berdampak pada jenis BBM tersebut.

“Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri adalah bensin RON 95, RON 98 itu kan orang-orang yang mampu lah,” jelasnya.

Baca juga : Harga BBM Pertamina Tak Naik, Ini Daftar Harganya di Seluruh Provinsi

Ia menilai, pengguna BBM jenis ini berasal dari kalangan mampu. Karena itu, negara tidak perlu memberikan subsidi.

“Selama mereka mau jalan banyak selama ada uang untuk bayar monggo tugas negara menyiapkan, yang membayar mereka itu tidak ada tanggungan negara sama sekali,” tambahnya.

Baca juga :  IHSG Diprediksi Menguat, Saham Apa Saja Yang Menggiurkan?

Harga BBM Subsidi Masih Ditahan

Di sisi lain, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap dijaga. Hingga kini, belum ada keputusan untuk menaikkan harga yang menyasar masyarakat luas.

“Oh di dalam negeri masih stabil. Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil,” katanya.

Bahlil meminta masyarakat menunggu keputusan resmi dari pemerintah terkait kebijakan lanjutan.

“Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara,” tutupnya.

Proyeksi Kenaikan Harga April 2026

Lonjakan harga minyak global turut tercermin dalam proyeksi harga jual eceran BBM non-subsidi (JBU) untuk April 2026. Sejumlah indikator menunjukkan kenaikan signifikan.

Kurs rupiah melemah 0,34% dari Rp 16.819/USD menjadi Rp 16.877/USD. Sementara itu, harga gasoline RON 92 melonjak lebih dari 62%, dan gasoil naik hingga 90%.

Berikut perkiraan kenaikan harga:

  • Pertamax: naik Rp5.550/Lt menjadi Rp17.850/Lt
  • Pertamax Green 95: naik Rp6.250/Lt menjadi Rp19.150/Lt
  • Pertamax Turbo: naik Rp6.350/Lt menjadi Rp19.450/Lt
  • Pertamina Dex: naik Rp9.450/Lt menjadi Rp23.950/Lt
  • Dexlite: naik Rp9.450/Lt menjadi Rp23.650/Lt

Kenaikan ini mengikuti tren harga minyak dunia yang terdampak konflik global, termasuk gangguan pasokan di Selat Hormuz. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk menyesuaikan harga sekaligus menjaga stabilitas energi nasional.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments