Rabu, Agustus 19, 2026
spot_img
BerandaInternasionalUtang Warga Argentina Melonjak di Era Milei

Utang Warga Argentina Melonjak di Era Milei

Energi Juang News, Jakarta- Kebijakan penghematan besar-besaran di Argentina mulai menimbulkan tekanan berat bagi rumah tangga. Jutaan warga kini kesulitan memenuhi kewajiban finansial di tengah pendapatan yang stagnan dan biaya hidup yang tinggi.

Utang warga Argentina melonjak tiga kali lipat

Data Bank Sentral Argentina menunjukkan sekitar 5,8 juta orang menunggak pembayaran utang selama lebih dari 90 hari. Angka tersebut melonjak tiga kali lipat dalam setahun terakhir dan menjadi yang tertinggi dalam dua dekade.

Utang warga Argentina meningkat di tengah kebijakan efisiensi yang dijalankan Presiden Javier Milei sejak berkuasa pada 2023.

Milei dikenal sebagai pendukung pasar bebas. Pemerintahannya menerapkan kebijakan penghematan ketat untuk menekan inflasi yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan ekonomi Argentina.

Kebijakan tersebut memang berhasil memperlambat laju inflasi. Namun, dampaknya juga terasa pada kehidupan rumah tangga.

Pendapatan yang tidak banyak berubah berhadapan dengan biaya kebutuhan sehari-hari yang tetap tinggi. Kondisi itu semakin berat setelah pemerintah memangkas sejumlah subsidi, termasuk untuk transportasi, gas, obat-obatan, dan kebutuhan pokok.

AFP melaporkan kisah sejumlah warga yang kini kesulitan membayar utang. Salah satunya Andrea, perempuan berusia 32 tahun yang mencoba membangun usaha katering setelah toko alat tulis tempatnya bekerja tutup.

Andrea membeli oven untuk mendukung usaha tersebut. Namun, pinjaman yang diambil justru membuat kondisi keuangannya semakin tertekan.

“Saya menunggak pembayaran, dan dalam beberapa bulan, jumlah utang itu membengkak hingga tidak sanggup saya lunasi,” kata Andrea.

Ia menyebut utangnya meningkat dari 1 juta peso Argentina atau sekitar Rp 12 juta menjadi 5 juta peso atau sekitar Rp 60 juta.

Secara keseluruhan, Bank Sentral Argentina mencatat sekitar 21 juta orang memiliki utang dalam berbagai bentuk. Jumlah itu setara dengan hampir separuh dari total 46 juta penduduk Argentina.

Baca juga :  Fenomena 'Kabur Aja Dulu' Mulai Marak di AS Usai Trump Terpilih

Milei menolak disalahkan

Milei menolak bertanggung jawab atas meningkatnya masalah utang masyarakat. Ia justru mempertanyakan keputusan warga yang mengambil pinjaman.

“Apakah ada yang menodongkan senjata ke kepala mereka untuk memaksa mereka melakukannya?” ujar Milei dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Pandangan tersebut mendapat tanggapan berbeda dari Juan Cuattromo, Presiden Banco de la Provincia de Buenos Aires. Bank tersebut merupakan lembaga keuangan publik dan bank terbesar kedua di Argentina.

Cuattromo menilai keterlambatan pembayaran tidak bisa semata-mata dianggap sebagai kesalahan individu.

Kepada AFP, ia mengatakan kondisi tersebut “bukanlah konsekuensi dari keputusan-keputusan individu”. Menurut dia, masalah itu muncul akibat “konteks makroekonomi yang telah memperburuk pendapatan, lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi”.

Inflasi turun, beban utang tetap berat

Keberhasilan Milei menekan inflasi mendapat pujian karena inflasi merupakan masalah kronis di Argentina. Namun, perlambatan kenaikan harga juga membawa persoalan bagi masyarakat yang bergantung pada kredit.

Ketika inflasi melambat, nilai utang tidak lagi tergerus secepat sebelumnya. Akibatnya, beban pinjaman tetap terasa ketika masyarakat menghadapi pendapatan yang stagnan.

Periode pembayaran yang semakin panjang turut memperbesar tekanan. Tagihan yang menumpuk dan upah yang tidak banyak berubah membuat banyak keluarga kesulitan memulihkan kondisi keuangannya.

Situasi tersebut menunjukkan sisi lain dari kebijakan penghematan Argentina. Di tengah keberhasilan menekan inflasi, sebagian masyarakat justru harus menghadapi beban utang yang semakin berat.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments