Energi Juang News, Jakarta – Di balik kesederhanaan kandang kambing di Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, tersimpan kisah inspiratif dari Imam Kusumo (62). Mantan kontraktor ini memilih berhenti dari dunia proyek demi menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga, dan kini sukses menjadi salah satu peternak kambing kurban terkemuka di Gresik.
Sebelum beralih ke dunia peternakan, Imam dikenal sebagai kontraktor proyek bangunan, sebagian besar di wilayah Kabupaten Tuban. Meski menjanjikan secara finansial, pekerjaan itu menyita waktu dan membuatnya jarang bertemu keluarga. “Saya ingin pulang, ingin dekat anak istri,” ujar Imam.
Tahun 2018 menjadi titik balik. Imam memulai beternak kambing dari dua ekor indukan yang dirawatnya sendiri. Perlahan, usahanya berkembang lewat promosi dari mulut ke mulut. Kini, Imam mengelola Kandang WK66 di Jalan Sunan Prapen II No. 66, yang menampung 120 kambing dan 40 sapi.
Menjelang Iduladha, kandang miliknya selalu ramai. Pembeli datang dari Gresik, Surabaya, Lamongan, Sidoarjo, hingga Mojokerto. Selain menjual kambing dan sapi, Imam juga menyediakan layanan penitipan hewan kurban sampai hari H secara gratis, termasuk pengantaran ke lima kota tanpa biaya tambahan.
“Kalau bulan biasa banyak buat aqiqah, tapi sekarang semuanya untuk kurban,” jelasnya.
Harga kambing mulai dari Rp2 juta, dan sapi dibanderol mulai Rp20 juta. Imam mengaku, omzet di musim kurban bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun, menurutnya, keberhasilan sejati adalah ketika bisa tetap dekat keluarga sambil bekerja.
Dalam perjalanannya, Imam tak lepas dari tantangan. Ia pernah merugi karena ternaknya terserang penyakit dan ada yang mati saat pengiriman. Meski begitu, ia tetap optimis dan sabar menjalani profesi barunya.
“Yang penting tetap semangat dan yakin rezeki akan datang. Yang paling saya syukuri adalah bisa kerja dari rumah, dekat anak-istri,” tutup Imam dengan senyum.
Redaksi Energi Juang News



