Energi Juang News, Jakarta-Diskusi antara aliansi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Rektor UGM, Ova Emilia, berakhir ricuh pada Rabu (21/5/2025).
Ketegangan memuncak ketika mahasiswa merasa jawaban pihak rektorat tidak memuaskan dan mendapati forum dihentikan sepihak.
Diskusi yang dimulai pukul 16.00 WIB di depan Gedung Rektorat Balairung berakhir sekitar pukul 17.40 WIB, saat jajaran rektorat meninggalkan lokasi. Ketegangan meningkat dan sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas keamanan kampus.
Tidak hanya itu, mahasiswa bahkan mengejar mobil yang keluar dari kompleks rektorat untuk mencari kendaraan yang ditumpangi Rektor Ova Emilia. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Situasi akhirnya mereda setelah pihak kampus, termasuk Sekretaris UGM Andi Sandi, turun tangan menenangkan massa. Mahasiswa kemudian kembali berkumpul di depan Balairung untuk berdiskusi bersama pihak rektorat.
Salah satu mahasiswa yang enggan disebutkan nama aslinya, menggunakan nama samaran Petruk, menyampaikan kekecewaan atas sikap rektorat. Ia menyebut bahwa tuntutan utama mahasiswa, yakni agar Rektor UGM menyatakan mosi tidak percaya terhadap lembaga-lembaga negara, tidak ditanggapi sebagaimana harapan mereka.
“Harapannya Rektorat dan mahasiswa bisa bersama-sama menyatakan mosi tidak percaya. Tapi langkah itu tidak disetujui,” ujar Petruk.
Petruk menambahkan, pihaknya masih akan merumuskan langkah lanjutan dalam waktu dekat.
Sementara itu, Sekretaris UGM Andi Sandi menjelaskan bahwa sejak awal diskusi sudah diberi batasan waktu 1 hingga 1,5 jam, dengan toleransi yang cukup panjang. Ia menyebut forum ditutup karena Rektor Ova Emilia harus melaksanakan ibadah salat.
“Diskusi sudah selesai dan ditutup oleh Ibu Rektor. Penutupan dilakukan secara resmi,” ujar Andi Sandi.
Menanggapi tuntutan soal mosi tidak percaya, Andi menegaskan bahwa sikap dunia pendidikan tidak harus dinyatakan secara eksplisit.
“Langkah-langkah yang dilakukan kampus sebenarnya sudah mencerminkan sikap kami,” pungkasnya.
Redaksi Energi Juang News



